Menanti Langkah Cepat Pramono Tangani Krisis Lahan Pemakaman Jakarta

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Menanti Langkah Cepat Pramono Tangani Krisis Lahan Pemakaman Jakarta


JAKARTA, aiotrade–
Krisis lahan pemakaman menjadi isu yang semakin mendesak dan memerlukan solusi segera. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menghadapi tantangan besar dalam menyediakan tempat pemakaman umum (TPU) yang cukup untuk masyarakat ibu kota. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa jumlah TPU yang tersedia semakin berkurang dan tidak lagi mampu menampung kebutuhan masyarakat.

“Ini adalah masalah nyata yang dihadapi salah satu kota besar di Indonesia. Saya menyampaikan apa adanya, dan kami akan mencari solusi agar bisa membuka TPU baru,” ujarnya saat ditemui di kawasan Koja, Jakarta Utara, Kamis (23/10/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dari total lebih dari 80 TPU yang ada di Jakarta, sekitar 60 lokasi sudah penuh dan hanya dapat digunakan dengan sistem tumpang atau makam keluarga. Hal ini membuat masyarakat kesulitan dalam mencari tempat pemakaman yang layak.

“Saya meminta agar TPU-TPU baru dibuka. Saat ini, Dinas Pertamanan dan Pemakaman sedang melakukan langkah-langkah tersebut. Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan ada TPU baru yang bisa digunakan,” tambahnya.

Hanya tersisa 11 hingga 14 TPU yang masih bisa digunakan tanpa sistem tumpang. Ini menjadi tantangan serius bagi kota megapolitan dengan angka kematian tinggi setiap hari.

Pemanfaatan Makam COVID-19

Salah satu strategi yang sedang dikaji oleh Pemprov DKI adalah memanfaatkan lahan bekas makam korban COVID-19 di TPU Rorotan, Jakarta Utara, dan TPU Tegal Alur, Jakarta Barat. Menurut Pramono, area tersebut memiliki potensi sebagai lahan baru karena sebagian besar jenazah yang dimakamkan di sana tidak memiliki ahli waris yang diketahui.

“Untuk makam-makam COVID yang pada waktu itu hampir sebagian yang di Jakarta mereka tidak, mohon maaf, keluarganya tidak ada, maka yang seperti itu juga akan kita gunakan untuk taman umum,” ucapnya.

Pemprov DKI juga tengah menghitung ulang kebutuhan lahan pemakaman dan berencana menggelar rapat khusus untuk mengevaluasi sistem tumpang serta potensi perluasan TPU yang ada.

“Jakarta sedang menghitung kembali, secara khusus saya akan mengadakan rapat mengenai taman pemakaman umum yang juga menjadi persoalan, problem di Jakarta pada saat ini,” lanjut Pramono.

Opsi Kerja Sama Lintas Daerah

Selain mencari lahan baru di Jakarta, Pemprov DKI membuka opsi kerja sama dengan daerah lain. Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan DKI Jakarta, Fajar Sauri, menyebut rencana ini sudah mulai dibahas secara internal.

“Ada (usulan kerja sama daerah). Rencana sudah ada. Nanti kita perlu kaji kembali ya. Mungkin kalau bisa kerja sama dengan daerah kita bisa tetapkan TPU di luar Jakarta,” ujar Fajar.

Namun, kebijakan ini memerlukan perencanaan matang, termasuk aspek hukum antarwilayah dan kesiapan infrastruktur di daerah tujuan. Pemprov juga menyiapkan lahan baru, salah satunya di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, seluas 66 hektare.

“Itu yang bisa kita manfaatkan untuk ke depannya. Yang bisa menjadi potensi untuk pemakaman baru,” kata Fajar.

Meski demikian, pembangunan TPU baru sering menemui kendala, terutama penolakan warga sekitar. Perluasan area makam yang bersebelahan dengan TPU lama biasanya lebih mudah karena lingkungan sudah terbiasa.

Kapasitas TPU Hanya Tiga Tahun

Fajar memperingatkan, dengan rata-rata 100 jenazah dimakamkan per hari, sisa kapasitas TPU yang ada saat ini hanya cukup untuk tiga tahun ke depan.

“Kapasitas lahan tersedia sebanyak 118.348 petak makam yang apabila pelayanan rata-rata 100 jenazah per hari, lahan tersedia sampai 3 tahun ke depan, yang tersebar di 11 Tempat Pemakaman Umum (TPU),” jelasnya.

Sebelas TPU yang masih melayani pemakaman baru adalah:

  • TPU Rawa Terate
  • TPU Cipayung
  • TPU Cilangkap
  • TPU Bambu Apus
  • TPU Rorotan
  • TPU Cipinang Besar
  • TPU Tanah Kusir
  • TPU Srengseng Sawah
  • TPU Kampung Kandang
  • TPU Tegal Alur
  • TPU Pegadungan (dalam tahap pematangan)

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan