Menanti RDG BI, IHSG Diprediksi Naik Hari Ini, Cek Saham AMRT hingga SMDR

admin.aiotrade 17 Des 2025 2 menit 17x dilihat
Menanti RDG BI, IHSG Diprediksi Naik Hari Ini, Cek Saham AMRT hingga SMDR


aiotrade, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan terus mengalami penguatan pada hari ini, Rabu (17/12/2025). Beberapa saham seperti AMRT, BRPT, dan SMDR menjadi pilihan utama bagi para investor.

Tim Riset Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa investor cenderung waspada menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan dirilis hari ini. BI diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) pada level 4,75% meskipun rupiah sedang mengalami pelemahan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Secara teknikal, garis MACD menunjukkan penurunan yang semakin melebar, namun Stochastic RSI berada di area oversold dan memiliki potensi membentuk Golden Cross. IHSG berhasil ditutup di atas level MA5. Oleh karena itu, jika IHSG mampu bertahan di atas level 8.750, maka indeks ini berpotensi melanjutkan penguatan.

Namun, jika tidak, IHSG diperkirakan masih akan berkonsolidasi dalam kisaran 8.600 hingga 8.750.

Dari sisi dalam negeri, Menteri Keuangan RI telah memastikan bahwa tarif bea keluar untuk komoditas batu bara akan diberlakukan mulai 1 Januari 2026. Perkiraan besaran tarifnya berkisar antara 1% hingga 5%.

Kebijakan ini diperkirakan akan memengaruhi marjin laba emiten batu bara yang memiliki orientasi ekspor yang besar. Di sisi lain, kebijakan ini juga berpotensi meningkatkan penerimaan negara.

Sebelumnya, bea keluar untuk emas sudah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan yang akan berlaku mulai 1 Januari 2026 dengan besaran tarif antara 7,5% hingga 15%.

Di tingkat global, data nonfarm payrolls meningkat sebesar 64.000 pada bulan November, melebihi ekspektasi sebesar 50.000 dan lebih tinggi dari penurunan 105.000 pada bulan Oktober. Tingkat pengangguran pada bulan November naik menjadi 4,6%, dibandingkan perkiraan 4,5%.

Ini merupakan level tertinggi dalam lebih dari empat tahun, yang menunjukkan adanya kekhawatiran baru-baru ini tentang perlambatan di pasar tenaga kerja AS.

Data ini dirilis beberapa hari sebelum data CPI untuk bulan November yang juga akan dicermati oleh para investor. Data pasar tenaga kerja dan inflasi menjadi dua pertimbangan utama the Fed dalam memangkas suku bunga.

Sebelumnya, the Fed telah mengisyaratkan pendekatan berbasis data untuk pelonggaran lebih lanjut. Penjualan ritel AS secara tak terduga stagnan pada bulan Oktober, setelah kenaikan 0,1% yang direvisi ke bawah pada bulan September.

Sementara itu, turunnya harga minyak mentah AS pada level terendah sejak tahun 2021 menyebabkan koreksi pada saham sektor energi.

Beberapa saham yang menjadi rekomendasi Phintraco Sekuritas adalah AMRT, BRPT, APEX, UNVR, dan SMDR.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan