
Penyebab Kenaikan Harga Bawang Merah dan Cabai di Indonesia
Harga rata-rata komoditas bawang merah dan cabai di berbagai wilayah Indonesia mengalami kenaikan pada pekan pertama Desember 2025. Hal ini menyebabkan harga tersebut berada di atas harga acuan pembelian (HAP). Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa kenaikan harga ini disebabkan oleh beberapa faktor, terutama distribusi dan kondisi cuaca.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Budi menegaskan bahwa stok bawang merah saat ini masih dalam kondisi surplus, dan produksinya akan meningkat sepanjang bulan Desember 2025. Namun, ia menyoroti pentingnya memperhatikan distribusi komoditas tersebut. “Yang perlu diantisipasi justru sekarang distribusinya ya, karena ya cuaca,” ujarnya seusai rapat koordinasi di kantornya, Jakarta, Senin, 8 Desember 2025.
Menurut Menteri Perdagangan, harga rata-rata nasional bawang merah saat ini berada di kisaran Rp 47.600 per kilogram, sedangkan HAP ditetapkan sebesar Rp 41.600 per kilogram. Kenaikan harga ini disebabkan oleh penghitungan yang mencakup wilayah timur seperti Papua, yang memiliki harga yang lebih tinggi. Meski demikian, Budi memastikan bahwa pasokan bawang merah akan meningkat dalam waktu dekat.
Sementara itu, kenaikan harga cabai disebabkan oleh hujan yang terus mengguyur wilayah-wilayah produksi. Akibatnya, komoditas ini sulit dipanen secara rutin. “Cabai itu tidak kekurangan produksi, cuma kemarin karena cuacanya tidak bagus. Memanennya kan tidak bisa setiap saat karena hujan, jadi tadi dicari solusinya bagaimana supaya bisa lebih efisien cara memanennya,” jelas Budi.
Laporan Badan Pusat Statistik Mengenai Kenaikan Harga
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa terjadi kenaikan harga bawang merah di 76,67 persen wilayah di Indonesia pada pekan pertama Desember 2025. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyatakan bahwa secara nasional rata-rata harga bawang merah telah berada di atas HAP.
Pudji menjelaskan bahwa kenaikan harga bawang merah pada minggu pertama Desember cukup signifikan, yaitu sekitar 11,12 persen dibanding November 2025. Rata-rata harga nasional bawang merah pada pekan pertama Desember 2025 adalah Rp 45.163 per kilogram. Angka ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 40.642 per kilogram. Batas HAP konsumen untuk bawang merah adalah Rp 41.500 per kilogram.
Sementara itu, harga cabai merah juga mengalami kenaikan yang signifikan. Pada pekan pertama Desember 2025, rata-rata harga cabai merah nasional meningkat sebesar 11,17 persen dibanding November 2025. Harga rata-rata nasional cabai merah di awal Desember adalah Rp 59.898 per kilogram, yang berada di atas HAP sebesar Rp 55.000 per kilogram.
Harga Cabai Tertinggi di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan
BPS sebelumnya telah mengumumkan bahwa harga cabai tertinggi terjadi di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Harga cabai di wilayah ini mencapai Rp 200 ribu per kilogram. Pudji menjelaskan bahwa sebelumnya, pada bulan November lalu, harga cabai masih berada di bawah HAP, namun kini sudah berada di atas HAP.
“Kita bisa lihat di bulan November lalu harga masih berada di bawah HAP, sekarang sudah berada di atas HAP,” ujar Pudji dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah yang dipantau daring dari YouTube Kemendagri, Senin, 8 Desember 2025.
Langkah yang Dilakukan untuk Mengatasi Kenaikan Harga
Menteri Perdagangan Budi Santoso dan pihak terkait sedang mencari solusi untuk mengatasi kenaikan harga bawang merah dan cabai. Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan efisiensi dalam proses panen, terutama untuk cabai yang terganggu oleh kondisi cuaca.
Selain itu, pemerintah juga memastikan pasokan komoditas tersebut tetap stabil. Dengan adanya surplus stok bawang merah dan peningkatan produksi, diharapkan harga dapat kembali stabil dalam waktu dekat.
Kesimpulan
Kenaikan harga bawang merah dan cabai di berbagai wilayah Indonesia pada pekan pertama Desember 2025 disebabkan oleh faktor distribusi dan cuaca. Meskipun stok bawang merah masih surplus, distribusi menjadi tantangan utama. Sementara itu, cuaca buruk menyebabkan kesulitan dalam proses panen cabai. Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan harga komoditas ini dapat kembali stabil dalam waktu dekat.