
Penganugerahan Gelar Kehormatan kepada Menteri Dalam Negeri
Di tengah suasana khidmat, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dianugerahi gelar kehormatan 'Petua Panglima Hukom' oleh Lembaga Wali Nanggroe Aceh. Prosesi penganugerahan berlangsung di Meuligoe Wali Nanggroe Aceh, Kabupaten Aceh Besar, pada Rabu (12/11).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pemberian gelar tersebut ditandai dengan penyematan lencana dan selempang oleh Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haythar. Setelahnya, Mendagri Tito juga menjalani prosesi peusijuk yang dipandu langsung oleh Wali Nanggroe Aceh.
Dalam sambutannya, Mendagri Tito menyampaikan terima kasih atas penganugerahan gelar tersebut, baik secara pribadi, keluarga, maupun atas nama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ia menilai penghargaan ini sangat istimewa karena diberikan oleh Lembaga Wali Nanggroe yang memiliki legitimasi kuat dari segi sosial, sosiologis, dan yuridis.
"Jadi ini adalah lembaga yang secara hukum kuat dan secara sosial mendapatkan legitimasi. Dan saya mendapatkan penghargaan dari lembaga ini, tentu suatu kebahagiaan yang sangat luar biasa bagi saya," ujarnya.
Tito mengatakan bahwa dirinya tidak pernah membayangkan akan menerima penghargaan tersebut. Terlebih, beberapa waktu lalu Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al Haythar beserta rombongan melakukan audiensi dengan Mendagri Tito di Kantor Kemendagri. Saat itu, keduanya membahas situasi terkini di Aceh, meliputi perkembangan pembangunan, politik, keamanan, dan berbagai aspek lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al Haythar menyampaikan niat untuk memberikan gelar adat kepada Mendagri Tito. Mendagri Tito merespons hal itu dengan kaget atas niat baik tersebut.
Wali Nanggroe kemudian menjelaskan bahwa Mendagri Tito dinilai telah memberikan banyak kontribusi terhadap Aceh sejak menjabat sebagai Kapolri, dan hal itu berlanjut saat ia menjadi Mendagri. "Beliau (Wali Nanggroe) menjelaskan, 'Pak Tito selama Kapolri banyak memberikan perhatian kepada Aceh sehingga tercapai tetap terjaga stabilitas, keamanan, dan kemudian pada saat menjadi Menteri Dalam Negeri dilanjutkan dengan tetap menjaga stabilitas politik dan keamanan, sehingga situasi menjadi tetap stabil hingga saat ini'," imbuhnya.
Peran Mendagri dalam Stabilitas Aceh
Dalam kesempatan itu, Mendagri menekankan bahwa Aceh merupakan daerah yang memiliki sejarah panjang di Indonesia. Upaya perdamaian atas konflik yang sempat terjadi di Aceh dinilai telah menjadi percontohan dunia. Dia berharap langkah-langkah yang telah dibangun dengan baik tersebut dapat terus dijaga.
Sebagai informasi, gelar kehormatan Petua Panglima Hukom Nanggroe diberikan kepada Tito Karnavian atas pengabdian dan dedikasinya sebagai Kapolri dan Mendagri. Dia dinilai menunjukkan perhatian, kebijakan, dan komitmen tinggi terhadap keamanan, hukum, serta pemerintahan di Aceh. Selain itu, Mendagri Tito dianggap telah menjalankan pendekatan keilmuan, kebijaksanaan, serta menjaga keseimbangan antara syariat, adat, dan hukum negara.
Dia juga dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas serta muruah Aceh sebagai daerah berkeistimewaan dan bersyariat Islam.