Mendikdasmen umumkan rencana pemulihan pendidikan bencana Sumatera dalam 3 tahun

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 13x dilihat
Mendikdasmen umumkan rencana pemulihan pendidikan bencana Sumatera dalam 3 tahun

Penyederhanaan Kurikulum Pendidikan di Sekolah Terdampak Bencana

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengungkapkan rencana penyederhanaan kurikulum pembelajaran di sekolah-sekolah yang terdampak bencana di Sumatera. Hal ini disampaikan oleh Mu'ti dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (15/12/2025). Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun skenario kurikulum untuk menanggulangi dampak bencana.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pada fase pertama, yaitu 0-3 bulan, akan diberlakukan tanggap darurat bencana dengan penyesuaian kurikulum minimum esensial. Kurikulum tersebut disederhanakan menjadi kompetensi dasar seperti literasi, numerasi, kesehatan, keselamatan diri, dukungan psikososial, serta informasi mitigasi bencana.

Selain itu, beberapa langkah lain juga akan dilakukan. Berikut adalah lima poin utama yang dijelaskan oleh Mu'ti:

  • Pengembangan bahan belajar darurat
  • Metode pembelajaran adaptif
  • Dukungan psikososial terintegrasi dalam pembelajaran
  • Asesmen sangat sederhana

Setelah tiga bulan, kurikulum akan berubah menjadi adaptif berbasis krisis, pemulihan pembelajaran, pembelajaran fleksibel, dan diferensiasi. Selain itu, sistem asesmen transisi, asesmen berbasis portofolio, atau kerja sederhana juga akan diterapkan.

Pemulihan jangka panjang akan dilakukan selama satu hingga tiga tahun. Fokus kebijakan pada periode ini adalah integrasi permanen pendidikan kebencanaan, penguatan kualitas pembelajaran, pembelajaran inklusif berbasis ketahanan, serta monitoring dan evaluasi pendidikan darurat.

Pendekatan Kurikulum untuk Daerah Terdampak Bencana

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah melakukan penyederhanaan kurikulum untuk pembelajaran di daerah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Toni Toharudin.

Pada tiga bulan pertama, fokus utama adalah penyederhanaan kurikulum menjadi kompetensi minimum esensial. Hal ini mencakup ketersediaan bahan belajar darurat, pembelajaran adaptif di ruang terbatas, dukungan psikososial, serta asesmen sederhana yang menekankan keamanan dan keterlibatan murid.

Setelah itu, pada periode tiga hingga 12 bulan, kebijakan diarahkan pada pemulihan kemampuan dasar murid melalui kurikulum adaptif berbasis krisis. Program remedial intensif, pembelajaran fleksibel, serta asesmen transisi berbasis portofolio dan perkembangan sosial-emosional juga akan diterapkan.

Dalam rentang satu hingga tiga tahun, fokus kebijakan bergeser pada penguatan kembali kualitas pembelajaran, integrasi permanen pendidikan kebencanaan, penguatan pembelajaran inklusif, serta monitoring dan evaluasi jangka panjang terhadap literasi, numerasi, kehadiran, dan kesejahteraan psikososial murid.

Panduan Implementasi Pendidikan Kebencanaan

Toni Toharudin juga menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun Panduan Implementasi Pendidikan Kebencanaan sebagai rujukan bagi satuan pendidikan untuk meningkatkan kewaspadaan mulai dari pra-bencana, saat terjadi bencana, dan setelah bencana terjadi.

Panduan ini dilengkapi dengan peta kompetensi terkait kebencanaan untuk peserta didik sesuai jenjangnya. Kompetensi tersebut dapat diintegrasikan ke mata pelajaran yang relevan.

Dengan pendekatan ini, diharapkan sekolah-sekolah di daerah terdampak bencana mampu memberikan pembelajaran yang tetap berkualitas meskipun dalam kondisi darurat. Pemerintah juga berkomitmen untuk memastikan bahwa semua siswa mendapatkan akses pendidikan yang layak dan aman.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan