Menebak Arah BI Rate di Rapat Gubernur BI Oktober 2025

admin.aiotrade 21 Okt 2025 2 menit 16x dilihat
Menebak Arah BI Rate di Rapat Gubernur BI Oktober 2025

Prediksi BI Rate di Bulan Oktober 2025

Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI rate di level 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar pada 22-23 Oktober 2025. Keputusan ini mengikuti pemangkasan BI rate sebesar 125 basis poin dari akhir tahun lalu. Meski demikian, beberapa ahli ekonomi memberikan berbagai pandangan terkait kemungkinan perubahan suku bunga dalam waktu dekat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pandangan Ekonom Global Market

Global Market Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menilai bahwa keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga acuan saat ini adalah wajar. Menurutnya, saat pemangkasan BI rate pada September 2025, rupiah langsung melemah dan terjadi capital outflow di pasar obligasi. Hal ini menunjukkan bahwa penurunan suku bunga dapat berdampak negatif pada nilai tukar rupiah.

Myrdal juga menyatakan bahwa meskipun ada ruang bagi BI untuk menurunkan suku bunga acuan demi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, konsekuensinya bisa berupa pelemahan nilai tukar rupiah. Oleh karena itu, BI harus mempertimbangkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nilai tukar.

Perkiraan dari Kepala Ekonom BCA

Kepala Ekonom BCA, David Sumual, menilai bahwa meskipun BI diperkirakan akan menahan suku bunga pada Oktober, masih ada kemungkinan BI akan memangkas bunga acuannya di akhir tahun. Syarat utamanya adalah stabilnya nilai tukar rupiah dan terus dilakukannya penurunan suku bunga oleh The Fed.

David menekankan bahwa kebijakan BI harus selaras dengan kondisi eksternal, terutama pergerakan suku bunga di pasar global. Jika The Fed terus menurunkan suku bunga, maka BI memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian kebijakan moneter.

Prediksi dari Chief Economist Bank Syariah Indonesia

Berbeda dengan prediksi sebelumnya, Chief Economist Bank Syariah Indonesia (BSI), Banjaran Surya Indrastomo, melihat bahwa BI masih berpeluang menurunkan BI rate pada bulan ini sebesar 25 basis poin menjadi 4,50%. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan kebijakan BI yang mendukung pertumbuhan ekonomi, dengan kondisi inflasi dan rupiah yang mendukung.

Banjaran menambahkan bahwa setelah pemangkasan pada Oktober, BI rate diperkirakan akan bertahan di level 4,50% hingga akhir tahun. Hal ini menunjukkan bahwa BI mungkin akan menjaga stabilitas suku bunga dalam jangka pendek, sambil tetap memperhatikan perkembangan ekonomi domestik dan global.

Kesimpulan

Dari berbagai pandangan ekonom tersebut, tampaknya BI akan memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% pada RDG Oktober 2025. Namun, terdapat kemungkinan penurunan suku bunga di masa mendatang jika kondisi ekonomi dan pasar global memungkinkan. BI harus terus memantau dinamika inflasi, nilai tukar rupiah, serta kebijakan moneter dari bank sentral lainnya seperti The Fed.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan