Mengadu ke Presiden Prabowo, Anak Korban Penembakan Ilyas Abdurrahman Kecewa dengan Pengurangan Huku

admin.aiotrade 20 Okt 2025 3 menit 9x dilihat
Mengadu ke Presiden Prabowo, Anak Korban Penembakan Ilyas Abdurrahman Kecewa dengan Pengurangan Huku

Kehilangan Ayah, Anak Korban Kecewa dengan Putusan Mahkamah Agung

Keluarga korban penembakan yang menewaskan Ilyas Abdurrahman merasa kecewa setelah Mahkamah Agung (MA) mengurangi hukuman terdakwa. Kasus ini menimbulkan rasa tidak puas dan sedih di kalangan keluarga, terutama anak dari korban.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Anak korban bernama Rizky Agam mengungkapkan perasaan kekecewaannya melalui unggahan di akun media sosial @rentalmobil.tangerang. Ia menyampaikan bahwa putusan MA justru membuatnya merasa tidak adil. Awalnya, pengadilan militer telah menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada dua terdakwa yang dinyatakan bersalah atas tindakan mereka. Namun, putusan tersebut kini dikurangi menjadi hukuman penjara selama 15 tahun.

Rizky mengaku sangat sedih karena ayahnya meninggal akibat tindakan pelaku. Ia juga merasa berat untuk memenuhi tanggung jawab keluarga, termasuk menghidupi ibunya dan tiga adiknya. Salah satu adiknya yang paling muda berusia 5 tahun dan sering menangis karena rindu ayahnya.

”Saya harus menghidupi ibu saya, adik saya 3 orang yang paling kecil berusia 5 tahun selalu menangis kalau rindu ayahnya dan saya juga sudah punya keluarga, istri, dan anak saya. Beban saya begitu besar, saya ingin merasa hidup damai dan tentram,” tulis Rizky dalam unggahannya.

Ia juga menyampaikan bahwa ia mencintai negara ini, namun harus mengakui bahwa hukum di negeri ini sudah rusak. Rizky berharap Presiden Prabowo Subianto bisa membantu keluarganya mendapatkan keadilan.

”Mohon bapak presiden bantu rakyat kecilmu ini Pak @prabowo,” ujarnya.

Dalam wawancara dengan aiotrade pada Senin malam (20/10), Rizky mengungkapkan rasa kaget dan kecewa yang dirasakan. Perasaan tersebut menjadi alasan mengapa ia membuat unggahan di media sosial, termasuk menandai akun milik Presiden Prabowo Subianto. Ia berharap Presiden bisa membantunya sebagai keluarga korban yang mencari keadilan.

”Karena saya sudah buntu sekali, nggak tahu harus minta tolong sama siapa lagi kalau bukan pak presiden,” tambahnya.

Ilyas Abdurrahman menjadi korban penembakan oleh mantan prajurit TNI AL di Kilometer 45 Tol Tangerang-Merak. Penembakan terjadi saat korban berusaha mengambil mobil rental yang diduga digelapkan oleh penyewa. Kasus ini sempat menarik perhatian banyak pihak, termasuk para pimpinan TNI dan TNI AL. Pelaku sudah dihukum oleh pengadilan militer, namun vonisnya kini dikurangi melalui kasasi di MA.

Proses Hukum yang Menyedot Perhatian

Peristiwa ini tidak hanya menimpa keluarga korban, tetapi juga menarik perhatian publik. Banyak pihak mengamati bagaimana proses hukum berjalan, terutama ketika putusan awal diubah oleh MA. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya proses hukum yang adil dan transparan.

Banyak orang merasa khawatir bahwa putusan MA bisa memberikan kesan bahwa keadilan tidak sepenuhnya ditegakkan. Ini menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat tentang bagaimana sistem hukum bekerja dan apakah keputusan yang diambil benar-benar adil.

Harapan untuk Keadilan

Bagi Rizky dan keluarganya, keadilan adalah hal yang sangat penting. Mereka berharap bahwa upaya mereka untuk mendapatkan keadilan tidak sia-sia. Dengan dukungan dari pihak yang lebih tinggi, seperti Presiden, mereka berharap bisa mendapatkan solusi yang lebih baik.

Namun, sampai saat ini, Rizky masih merasa buntu dan tidak tahu kemana lagi harus meminta bantuan. Ia berharap Presiden Prabowo bisa merespons permohonannya dan membantu keluarganya mendapatkan keadilan yang sebenarnya.

Kesimpulan

Putusan MA terhadap kasus penembakan Ilyas Abdurrahman menjadi sorotan utama. Keluarga korban merasa kecewa dan tidak puas dengan keputusan yang diambil. Mereka berharap agar sistem hukum bisa lebih adil dan transparan, sehingga keadilan bisa benar-benar ditegakkan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan