Mengapa Penetrasi Asuransi RI Di Bawah Malaysia?

admin.aiotrade 07 Des 2025 3 menit 11x dilihat
Mengapa Penetrasi Asuransi RI Di Bawah Malaysia?

Tingkat Penetrasi Industri Asuransi di Indonesia Masih Rendah

Tingkat penetrasi industri asuransi di Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara di kawasan ASEAN. Direktur Eksekutif Surveilans, Data, dan Pemeriksaan Asuransi LPS, Suwandi, menyampaikan bahwa tingkat penetrasi industri asuransi Indonesia berada di bawah beberapa negara seperti Filipina, Malaysia, Thailand, dan Singapura.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Suwandi, Singapura memiliki tingkat penetrasi tertinggi sebesar 7,40 persen, sedangkan negara-negara maju biasanya memiliki angka antara 9 hingga 10 persen secara komprehensif. Ia menjelaskan bahwa tingkat penetrasi industri asuransi Indonesia tercatat hanya sebesar 1,40 persen per akhir 2024, yang relatif tidak banyak berubah bahkan sejak sebelum krisis keuangan Asia melanda.

Sementara itu, tingkat penetrasi di Filipina mencapai 1,80 persen, Malaysia 3,80 persen, Thailand 5,10 persen, dan Singapura 7,40 persen pada akhir 2024. Negara-negara maju umumnya berada di level 9-10 persen. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki ruang untuk berkembang dalam industri asuransi.

Faktor Penghambat Penetrasi Industri Asuransi

Suwandi menjelaskan beberapa faktor yang menjadi penghambat tingkat penetrasi industri asuransi di Indonesia. Salah satunya adalah maraknya kasus-kasus yang mendera perusahaan asuransi, yang berujung pada menggerus kepercayaan publik terhadap industri asuransi secara keseluruhan.

“Kasus-kasus yang melibatkan perusahaan asuransi memang cukup menekan penetrasi industri asuransi,” ujarnya. Sejak 2016 hingga 2025, sudah ada 19 perusahaan asuransi yang dicabut izin usahanya oleh OJK.

Selain itu, menurut Suwandi, terdapat kesenjangan antara Indonesia dengan negara lain apabila dilihat dari sisi produk asuransi. Namun, kondisi ini juga menunjukkan adanya ruang terbuka untuk pertumbuhan industri asuransi dalam negeri.

“Saya melihat dari sisi positifnya, perusahaan asuransi masih punya ruang gerak yang cukup lebar untuk meningkatkan penetrasi,” katanya.

Tantangan yang Dihadapi Industri Asuransi

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Polis LPS, Ferdinan D. Purba, tidak menampik tantangan besar yang dialami industri asuransi dalam negeri. Ia mengatakan penetrasi pasar asuransi Indonesia masih berada di kisaran 2,7 persen secara umum, namun jika dilihat berdasarkan produk asuransi jiwa dan asuransi umum, penetrasi industri baru sekitar 1,4 persen.

"Nah, dari sini ini kelihatan bahwa industri ini memang masih struggling ya di dalam di sektor keuangan," ujar Purba.

Purba menilai, industri asuransi Indonesia masih menghadapi banyak tantangan fundamental, sehingga membangun ekosistem pendukung pertumbuhan industri perlu dilakukan.

Program Penjaminan Polis sebagai Solusi

Seiring dengan itu, LPS saat ini sedang menggodok Program Penjaminan Polis (PPP) yang dianggap menjadi salah satu variabel penting untuk memperbaiki kinerja industri asuransi. Berdasarkan pengalaman negara lain, program ini dinilai memiliki dampak positif bagi industri.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi dan membantu perusahaan asuransi untuk lebih stabil dalam operasionalnya. Dengan adanya PPP, diharapkan tingkat penetrasi industri asuransi di Indonesia dapat meningkat secara signifikan dalam waktu dekat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan