Mengapa Warga Malang Memilih Pengurusan Adminduk Offline Daripada Online

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 13x dilihat
Mengapa Warga Malang Memilih Pengurusan Adminduk Offline Daripada Online
Mengapa Warga Malang Memilih Pengurusan Adminduk Offline Daripada Online

Warga Malang Lebih Memilih Pengurusan Administrasi Kependudukan Secara Offline

Meski telah tersedia layanan pengurusan administrasi kependudukan secara online, sebagian besar warga Kota Malang masih lebih memilih melakukan proses pengurusan secara manual. Hal ini terlihat di Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, yang menjadi tempat tinggal banyak warga setempat.

Alasan Warga Memilih Cara Manual

Salah satu alasan utama warga memilih cara manual adalah karena dinilai lebih efektif dan tidak ribet. Mereka merasa lebih nyaman dalam mengurus dokumen-dokumen seperti Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, dan Kartu Identitas Anak (KIA) dengan datang langsung ke kantor kelurahan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Moch Rexy Qolbi, salah satu warga Kelurahan Sawojajar, menjelaskan bahwa ia lebih memilih mengurus adminduk secara manual daripada melalui sistem online. Ia mengatakan bahwa pada tahun 2024 lalu, ia mengurus beberapa dokumen terkait kelahiran anaknya.

Saya lebih memilih diurus manual dengan datang langsung ke kantor kelurahan, ujarnya.

Menurut Rexy, saat ini petugas dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Malang sudah siaga di kantor kelurahan. Hal ini memudahkan warga dalam proses pengurusan berkas.

Proses Pengurusan yang Lebih Efisien

Sebelumnya, warga harus mengunjungi beberapa instansi seperti kantor kelurahan, kecamatan, hingga Disdukcapil. Namun, kini proses tersebut dapat diselesaikan hanya di kantor kelurahan.

Tidak seperti sebelum-sebelumnya, harus wira-wiri dari kantor kelurahan lalu ke kecamatan dan kantor Disdukcapil lalu kembali lagi ke kelurahan. Sekarang, di kelurahan sudah ada petugasnya dan langsung diselesaikan di situ, jelas Rexy.

Ia juga menambahkan bahwa jika terjadi kesalahan atau perlu revisi, petugas akan langsung memberi tahu. Hal ini membuat proses pengurusan lebih cepat dan mudah dipahami.

Keuntungan Mengurus Secara Manual

Selain itu, Rexy mengungkapkan bahwa pengurusan secara manual lebih mudah dipahami. Meskipun ada sistem online, ia merasa lebih nyaman dalam menghadapi proses administratif secara langsung.

Kalau mengurus lewat online, ujung-ujungnya pasti akan bertanya saat kebingungan menginput berkas atau data. Makanya, lebih enak diurus secara manual, katanya.

Menurutnya, yang terpenting adalah persyaratan sudah lengkap dan waktu yang disediakan untuk mengurus dokumen.

Pengalaman Warga Lain

Deny Rahmawan, warga Kelurahan Sawojajar lainnya, juga menyampaikan pendapat serupa. Ia lebih memilih mengurus adminduk dengan datang langsung ke kantor kelurahan.

Intinya, semua persyaratan harus dilengkapi dan mau meluangkan waktunya, ujarnya.

Meski prosesnya manual, Deny mengaku bahwa hasilnya tetap cepat. Ia mengatakan bahwa saat mengurus perubahan KTP dan KK setelah menikah, prosesnya tidak membutuhkan waktu terlalu lama.

Paling yang lama hanya menunggu hasilnya, karena berkasnya harus disetujui oleh Kementerian Kependudukan. Meski begitu selama-lamanya, paling lama seminggu berkas saya sudah jadi semua, tambahnya.

Kesimpulan

Dari pengalaman warga, terlihat bahwa meski layanan online tersedia, pengurusan adminduk secara manual masih menjadi pilihan utama bagi sebagian besar masyarakat. Prosesnya yang lebih cepat, transparan, dan mudah dipahami membuat warga lebih percaya dengan metode ini.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan