Pengertian Rojali dan Rohana

Istilah Rojali berasal dari singkatan “rombongan jarang beli”, sedangkan Rohana adalah kependekan dari “rombongan hanya nanya”. Kedua istilah ini menggambarkan perilaku pengunjung mall yang datang dalam jumlah besar, tetapi tidak banyak melakukan pembelian. Fenomena ini semakin terlihat karena perubahan pola belanja masyarakat yang kini lebih selektif.
Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, menyatakan bahwa fenomena ini bukanlah hal baru. Namun, seiring dengan melemahnya daya beli masyarakat, perilaku seperti ini semakin jelas terlihat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Perubahan Pola Belanja Masyarakat

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), transaksi e-commerce di Indonesia tumbuh sekitar 7,55% pada kuartal II 2025 dibandingkan kuartal sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin banyak beralih ke belanja online.
Akibatnya, banyak pengunjung datang ke toko fisik hanya untuk melihat langsung produk yang diincar, lalu membeli secara online karena harga lebih bersaing atau banyak promo. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab mall ramai tapi transaksi menurun.
Dampak bagi Pusat Perbelanjaan

Untuk mengatasi fenomena Rojali dan Rohana yang menjadi tantangan, banyak pusat perbelanjaan kini berfokus menambah tenant makanan, minuman, dan area hiburan keluarga, karena sektor ini masih jadi magnet utama pengunjung.
Selain itu, sejumlah mall juga rutin menggelar event tematik, konser kecil, dan pameran komunitas untuk menjaga traffic tetap tinggi. Strategi ini diharapkan bisa mengubah pengunjung yang hanya “jalan-jalan” menjadi pembeli potensial.
Cerminan Gaya Hidup Masyarakat Modern

Rojali dan Rohana bukan hanya soal daya beli, tapi juga soal pergeseran fungsi mall dalam kehidupan masyarakat urban. Kini, mall tak lagi sekadar tempat belanja, tapi juga ruang rekreasi, sosialisasi, dan hiburan.
Tren ini sejalan dengan gaya hidup masyarakat kota yang lebih menghargai pengalaman dan kenyamanan dibanding sekadar konsumsi barang. Meski transaksi tak selalu meningkat, mall tetap memiliki peran penting sebagai ruang sosial modern.
Tantangan bagi Pelaku Bisnis

Fenomena ini menjadi sinyal bagi para pelaku usaha untuk terus berinovasi. Nggak cukup hanya mengandalkan promo besar, tapi juga harus menghadirkan pengalaman berbelanja yang menyenangkan dan relevan.
Mulai dari menghadirkan desain toko yang menarik, pelayanan interaktif, hingga spot foto estetik, semua ini bisa mendorong pengunjung agar tidak hanya datang, tapi juga membeli.
Kesimpulan
Fenomena Rojali dan Rohana bukan sekadar tren viral, tapi cerminan nyata dari perubahan perilaku konsumen di era digital. Maka, perlu adanya strategi dalam dunia bisnis. Dengan strategi yang tepat, pelaku usaha tetap bisa menjadikan momen kunjungan sebagai peluang untuk menciptakan pengalaman belanja yang berkesan dan membangun loyalitas pelanggan.
Nah, itulah informasi mengenai fenomena Rojali dan Rohana di pusat belanja yang sedang jadi sorotan belakangan ini. Semoga bermanfaat ya, Ma!