Mengenal Keindahan Pantai Nateh Meratus di Batangalai Timur

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Mengenal Keindahan Pantai Nateh Meratus di Batangalai Timur

Wisata Alam yang Menarik di Desa Nateh

Desa Nateh, yang terletak di Kecamatan Batangalai Timur, Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, dikenal dengan pesona alamnya yang menawan. Desa ini menyajikan pemandangan yang luar biasa berupa gugusan karst atau gunung kapur yang indah.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Di sini, wisatawan dapat menemukan berbagai destinasi wisata alam, baik yang sudah dikelola oleh masyarakat maupun yang masih alami. Salah satu tempat wisata yang dikelola oleh penduduk setempat adalah Pantai Nateh Meratus. Meskipun tidak berada di tepi laut, nama "pantai" digunakan karena di tepi sungai terdapat area luas berpasir yang mirip dengan pantai sebenarnya.

Pantai Nateh Meratus berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Barabai dan menawarkan pemandangan yang memanjakan mata. Aliran sungainya cukup lebar dengan air yang jernih mengalir di antara bebatuan hitam, dikelilingi oleh tebing karst yang tampak memesona. Tempat ini sangat cocok untuk menikmati suasana liburan di pedesaan yang masih asri dan alami.

Biasanya, para wisatawan datang untuk berfoto, bersantai di tepi sungai, atau sekadar menikmati keheningan alam. Banyak juga yang memilih bermain air atau mandi, merasakan kesegaran aliran sungai yang berasal dari Pegunungan Meratus.

Setelah mengunjungi Pantai Nateh Meratus, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan ke Batu Balah, yang juga terletak di Desa Nateh. Jaraknya hanya sekitar 500 meter dari Pantai Nateh Meratus, dengan kondisi jalan yang tidak terlalu lebar tetapi sudah beraspal.

Mencari objek wisata alam yang dikelola masyarakat setempat ini tidak sulit, karena sudah ada petunjuk berupa spanduk. Berada di sebelah kanan jalan, masuk sekitar 50 meter sudah sampai ke tujuan.

“Biasanya pengunjungnya ramai saat hari libur saja. Sabtu dan Minggu,” kata warga setempat. Meskipun airnya tidak terlalu jernih karena dasar sungainya berlumpur, view alamnya tetap menarik. Pemandangan batu-batu besar di tengah-tengah sungai menyajikan keindahan tersendiri. Bentuk batunya unik karena terdapat banyak guratan di permukaannya yang membuatnya terlihat seperti diiris-iris. Mungkin karena penampakannya seperti itu, warga menyebutnya batu belah, dalam Bahasa Banjar artinya batu yang dibelah-belah atau diiris-iris.

Jika berkunjung ke Desa Nateh, jangan melewatkan Jembatan Pelangi. Jembatan yang dicat warna-warni ini menjadi salah satu spot foto favorit pengunjung. Bahkan, jembatan ini sempat viral karena indahnya pemandangan di sekitarnya. Jembatan gantung ini sebenarnya merupakan fasilitas biasa yang sering digunakan warga setempat sebagai penghubung ke kebun karet. Namun, menjadi istimewa karena berada di atas sungai yang jernih, dengan view gunung di kejauhan serta dikelilingi pepohonan hijau dan rimbun.

Sejak terkenal di media sosial karena banyak yang memposting, lokasi ini sering menjadi tempat syuting dan ngevlog para youtuber Banua.

“Sebenarnya, masih banyak lagi alam pegunungan Meratus di Desa Nateh yang bisa dieksplor. Hanya saja akses jalannya masih sulit,” ungkap Arbani, tokoh masyarakat Desa Nateh dan pengelola pariwisata setempat. Dia menyebut, ada Gua Sawar yang sangat indah, namun sulit dijangkau karena medannya ekstrem.

“Harapan kami pemerintah Kabupaten, Provinsi maupun pusat membantu membangun akses wisata di Desa Nateh ini, agar bisa berkembang dan lebih mudah dikunjungi wisatawan. Apalagi, Nateh sudah ditetapkan sebagai Kawasan Ekowisata oleh pemerintah pusat. Semoga dukungan infrastrukturnya lebih banyak lagi,” harap Arbani.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan