
Kondisi dan Pengalaman Argo Prasetyo
Seorang pemuda asal Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, bernama Argo Prasetyo (25) akhirnya tiba di Bandara Kualanamu Kabupaten Deli Serdang pada Jumat (14/11/2025) pagi setelah 46 hari tertahan di Phonm Penh, Kamboja. Jenazah Argo ditemukan dalam kondisi yang memprihatinkan, dengan tubuh penuh luka dan lebam. Ia dinyatakan meninggal di rumah sakit di Kamboja pada 30 September 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Argo diketahui berangkat ke Kamboja secara diam-diam pada April 2024 lalu. Saat itu, ia bekerja di sebuah kedai makan kecil di Kamboja. Namun, komunikasi antara Argo dan keluarganya terputus sejak Juli 2025. Ega Prasetya, adik kandung korban, mengungkapkan bahwa Argo sempat mengabarkan perubahan pekerjaannya sebelum hilang kontak.
Sebuah video yang viral di media sosial menunjukkan penemuan sosok tubuh laki-laki dekat tumpukan sampah di perbatasan Kamboja-Vietnam. Laki-laki tersebut ditemukan dalam kondisi sangat kurus dan penuh luka lebam. Nama belakang dari korban adalah "Prasetyo", sama dengan nama belakang Argo. Dari situ, keluarga mulai yakin bahwa korban adalah Argo.
Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)
Berdasarkan data Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumut, sepanjang tahun 2025 telah ada lima jenazah korban TPPO asal Sumatra Utara yang dipulangkan ke daerah asalnya. Semua korban berasal dari Kamboja.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Sumatra Utara, Dwi Endah Purwanti, menekankan bahwa kasus seperti Argo harus menjadi peringatan keras bagi pencari kerja agar tidak mudah tergiur tawaran kerja ke luar negeri. Menurutnya, Sumut termasuk daerah rawan karena posisinya yang strategis di dekat perbatasan negara tetangga seperti Malaysia, Kamboja, dan Myanmar.
Endah menyebutkan bahwa ada 13 kabupaten/kota di Sumut yang menjadi pintu keluar pekerja migran ilegal, antara lain Medan, Binjai, Serdang Bedagai, Tanjung Balai, hingga Labuhanbatu Selatan. Di sana banyak jalur tikus yang digunakan oleh para pekerja ilegal.
Faktor yang Mendorong Pekerja Migran Ilegal
Menurut Endah, beberapa faktor mendorong masyarakat nekat bekerja ke luar negeri meski tanpa dokumen lengkap. Selain iming-iming gaji dan pekerjaan layak, Sumatra Utara masih kesulitan menyediakan lapangan kerja yang cukup. Hal ini membuat banyak warga mencari pekerjaan ke luar negeri, baik secara legal maupun ilegal.
Selain itu, informasi tentang mekanisme pemberangkatan PMI yang sesuai prosedur masih minim diketahui masyarakat. Dari temuan di lapangan, ada keluarga korban TPPO yang bersikeras anaknya berangkat melalui agen resmi, meskipun Gugus Tugas menemukan sebaliknya.
Endah juga menyebutkan adanya modus baru TPPO, yakni mengiming-imingi korban untuk bekerja ke Malaysia atau Jepang. Namun, setelah berangkat, ternyata dibawa ke Kamboja.
Persoalan Akses Lapangan Kerja
Badan Pusat Statistik Sumut mencatat angkatan kerja di wilayah ini naik sebanyak 243.000 orang pada Agustus 2025 dibanding Agustus 2024, dengan total angkatan kerja mencapai 8,42 juta orang. Kondisi ini membuat persaingan mendapatkan pekerjaan semakin sengit, sehingga banyak pekerja muda mencari pekerjaan ke luar negeri, baik secara legal maupun ilegal.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sumut Yuliani Siregar mengatakan saat ini ada sekitar 168.000 WNI yang tinggal di Kamboja. Sebanyak 51% di antaranya adalah warga Sumatra Utara, baik yang berangkat secara resmi maupun tidak seperti para pekerja ilegal.
Yuliani menyebutkan bahwa Pemerintah Indonesia belum memiliki kerja sama [di bidang tenaga kerja] dengan Kamboja. Namun, Pemprov Sumut berupaya menahan pergerakan pekerja muda ke luar negeri lewat penyediaan lapangan kerja.
Strategi Pemprov yang mempermudah investasi masuk ke Sumut nantinya akan turut membuka lapangan pekerjaan. Di samping itu, skill atau keterampilan angkatan kerja juga perlu diasah agar sesuai dengan kebutuhan pasar.
Yuliani menjelaskan bahwa pemerintah tengah menggalakkan program pemagangan di perusahaan dalam negeri. Pemprov Sumut juga telah menjalin kerja sama pemagangan dengan Jepang. Satu unit BLK yang dimiliki Pemprov, satu BLK UPT Kementerian Ketenagakerjaan, serta sebelas BLK lain di kabupaten/kota dipusatkan menjadi tempat penguatan kapasitas angkatan kerja agar lebih siap terjun ke dunia kerja.
Pemerintah tidak melarang bekerja keluar negeri, namun menekankan agar masyarakat mengikuti prosedur resmi. Berangkatlah lewat agen atau LPK yang resmi karena sekarang banyak juga yang bodong.