Proyek Perpanjangan Jalur Monorail Osaka
Pemerintah Prefektur Osaka sedang mengerjakan proyek perpanjangan jalur monorail sepanjang 8,9 kilometer (km). Proyek ini bertujuan untuk menghubungkan antara Kota Kadoma dan Uryudo. Saat ini, jalur monorail yang telah beroperasi sepanjang 28 km menghubungkan Bandara Internasional Osaka Itami dengan Kadoma City dan Saito-nishi. Jumlah pengguna monorail yang sudah beroperasi mencapai sekitar 53 ribu orang per hari.
Direktur Traffic Planning Division/Traffic Strategy Office dari Departemen Urban dan Public Works Pemerintah Prefektur Osaka, ETO Ryosuke, menjelaskan bahwa monorail dibangun untuk memenuhi kebutuhan transportasi umum di lingkar luar Osaka. Menurutnya, monorail menjadi solusi alternatif untuk membuat transportasi baru tanpa memakan lahan yang banyak.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Jadi bagaimana membuat transportasi baru dengan menggunakan area jalan yang sudah ada, alternatifnya adalah monorail. Memang monorail tidak bisa mengangkut orang banyak, tapi dengan cara seperti itu paling tidak bisa mengurangi kemacetan dan mengurangi pengguna kendaraan pribadi," ujar ETO saat berbicara di kantor Pemerintah Prefektur Osaka.

Kemacetan di Lingkar Luar Osaka Harus Segera Diatasi
Kemacetan yang terjadi di lingkar luar Osaka harus segera diatasi. Dengan berbagai pertimbangan, Pemerintah Prefektur Osaka memilih monorail karena bisa dibangun tanpa memakan lahan yang banyak. ETO menyatakan bahwa monorail menjadi solusi yang efisien dalam mengurangi beban lalu lintas.
Target Penyelesaian pada Tahun 2033
Engineer dari Departemen Transportation Strategy Office, Kamatsuka, mengatakan bahwa proyek perpanjangan monorail tersebut telah mencapai 30 persen. Target penyelesaian depo proyek ini adalah pada tahun 2028, sementara secara keseluruhan proyek akan rampung pada tahun 2030.
Biaya pembangunan proyek ini mencapai 140 miliar yen atau sekitar Rp15,15 triliun (kurs Rp108,27 per yen Jepang). Sumber dana untuk pembangunan proyek ini berasal dari 50 persen pemerintah pusat dan sisanya dari Pemerintah Prefektur Osaka.

Ada Pekerja dari Indonesia di Proyek Osaka Monorail
Fakta menarik di proyek ini adalah adanya dua orang pekerja asal Sumatra Utara (Sumut), Indonesia, yaitu Leonardo Luhur Simatupang (21) dan Jubenri Gultom (23). Keduanya berangkat ke Osaka pada Januari 2025 dan mengikuti pelatihan selama tiga bulan sebelum mulai bekerja di proyek tersebut pada Maret 2025.
"Kami dibilang sebagai pekerja sipil. Kami sebenarnya enggak tahu kerja bagian apa, tapi yang tertulis di situ pekerjaan penggalian. Dan ternyata terkejut juga, ini rupanya proyek besar di Jepang, apalagi transportasi," ujar Leo.
Sementara itu, Gultom mengatakan bahwa selama delapan bulan bekerja di proyek Osaka Monorail, ia merasakan budaya kerja yang disiplin dan ketat dalam hal keamanan.
"Peraturannya ketat di sini, disiplin, dan semua harus selalu ditaati. Kecelakaannya minim, karena peraturannya ketat," ujar Gultom.
Leo menyatakan bahwa untuk bekerja di proyek tersebut, kualifikasi yang harus dipenuhi adalah kemampuan berbahasa Jepang. Keduanya sudah lulus tingkatan menengah alias N3.
"Jadi sebelum wawancara belum dapat apa-apa. Sampai sini belajar lagi, dapat sertifikat, dan lulus," ujar Leo.
