Menguji Kecakapan Danantara dalam Menggerakkan Likuiditas Pasar Saham

admin.aiotrade 06 Okt 2025 4 menit 16x dilihat
Menguji Kecakapan Danantara dalam Menggerakkan Likuiditas Pasar Saham

Strategi Danantara Indonesia dalam Memperkuat Pasar Modal

Rencana Danantara Indonesia untuk memperkuat likuiditas pasar saham berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) dan memperkuat struktur pasar modal Tanah Air. Di tengah perkembangan ekonomi yang dinamis, langkah-langkah strategis yang diambil oleh lembaga investasi nasional ini menunjukkan komitmen untuk mendukung pertumbuhan sektor keuangan dan ekonomi secara keseluruhan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Investasi Jumbo untuk Penguatan Sektor Riil dan Pasar Modal

Memasuki kuartal IV/2025, Danantara siap mengalirkan investasi jumbo sekitar US$10 miliar atau setara dengan Rp165,83 triliun. Berdasarkan informasi yang diperoleh, sekitar 80% dari dana tersebut akan dialokasikan untuk proyek domestik, sementara sisanya sebesar 20% akan ditempatkan di luar negeri. Dalam rangka penguatan sektor riil, Danantara berencana untuk menggenjot proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau waste to energy. Perusahaan yang mengelola setoran dividen BUMN itu berencana untuk meluncurkan 33 proyek PSEL di kabupaten/kota di Indonesia, termasuk 8 proyek pada Oktober 2025.

Di luar negeri, Danantara juga akan menanamkan modal di proyek pembangunan desa haji di Arab Saudi dan proyek energi hulu bersama PT Pertamina (Persero). Selain itu, lembaga investasi ini juga berencana meningkatkan likuiditas pasar saham Indonesia yang saat ini memiliki rerata nilai perdagangan harian di kisaran US$1 miliar, tertinggal dari India yang mencapai US$10 miliar hingga US$11 miliar.

Peran Danantara sebagai Liquidity Provider

“Kami membutuhkan pasar modal yang kuat agar private market bisa masuk, karena pasar saham merupakan sarana untuk mengalirkan kembali modal itu,” kata Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia. Menurut estimasi Bisnis, jika 5%–10% dari total dana investasi dialokasikan untuk memperkuat pasar saham, maka nilainya bisa mencapai Rp8,3 triliun–Rp16,6 triliun.

Rencana ini sekaligus menegaskan kembali pernyataan Pandu Sjahrir pada April 2025 yang menyebut Danantara siap menjadi liquidity provider pasar saham Indonesia. Dalam catatan Bisnis, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyambut baik niat Danantara jika ingin menjadi penyedia likuiditas atau liquidity provider. Kendati demikian, saat ini peraturan BEI hanya mengatur Anggota Bursa yang dapat menjadi liquidity provider.

“Namun, BEI menyambut baik Danantara untuk mendorong dan mendukung Anggota Bursa yang merupakan anak dari BUMN untuk turut serta menjadi liquidity provider, tidak hanya untuk perusahaan lighthouse, tetapi juga untuk saham-saham yang masuk ke dalam Daftar Efek Liquidity Provider Saham,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna.

Dampak Positif terhadap IHSG dan Sentimen Pasar

Manuver Danantara di pasar saham sempat terjadi saat indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam hingga trading halt. Seperti diketahui, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat memberhentikan sementara perdagangan atau trading halt IHSG setelah turun 5% pada 18 Maret 2025. Tak sampai sebulan, IHSG kembali anjlok hingga lebih dari 8% pada April lalu.

Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia Rohan Hafas menyebutkan bahwa lembaga investasi Indonesia itu meyakini pelaku usaha dan investasi memiliki peran penting dalam transformasi ekonomi. “Danantara bahkan sempat masuk ke pasar modal saat bursa mengalami tekanan cukup dalam. Seperti kita tahu, likuiditas di bursa masih relatif dangkal sehingga sangat mudah naik dan turun,” ujarnya dalam gelaran Bisnis Indonesia Award 2025.

Analyst Infovesta Kapital Advisori Ekky Topan menilai bahwa kehadiran Danantara sebagai penyedia likuiditas atau liquidity provider institusional dapat membantu menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran di pasar, khususnya pada saham-saham unggulan yang pergerakannya saat ini relatif stagnan. “Hal ini akan membuat spread harga lebih sempit, mengurangi volatilitas, dan menciptakan pasar yang lebih efisien sehingga memberi kenyamanan lebih besar bagi investor,” ucap Ekky saat dihubungi Bisnis, Senin (6/10/2025).

Kenaikan IHSG dan Prospek Pasar Modal

Menurut Nafan Aji Gusta, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, langkah Danantara diyakini menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG dalam jangka menengah. Pada penutupan perdagangan Senin (6/10/2025), IHSG ditutup menguat 21,59 poin atau 0,27% ke level 8.139,89. Level itu menjadi rekor penutupan tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH). Di level tersebut, indeks komposit sudah melonjak 14,97% sejak awal 2025.

Fokus Danantara untuk menyalurkan investasi besar ke proyek-proyek strategis nasional berpotensi menciptakan efek berantai terhadap pasar modal. Selain menjadi sumber dana jangka panjang bagi perekonomian, langkah itu turut membuka ruang bagi penguatan kinerja emiten pelat merah untuk jangka panjang. Secara sentimen, saham BUMN juga berpotensi semakin likuid karena Danantara dapat menjadi penyedia likuiditas melalui Anggota Bursa (AB) yang berstatus pelat merah.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan