Mengungkap 3 Ketidakwajaran Kematian Timothy Anugerah, Ayah Terkejut Temukan Bukti CCTV di Lokasi Ke

admin.aiotrade 19 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Mengungkap 3 Ketidakwajaran Kematian Timothy Anugerah, Ayah Terkejut Temukan Bukti CCTV di Lokasi Ke
Mengungkap 3 Ketidakwajaran Kematian Timothy Anugerah, Ayah Terkejut Temukan Bukti CCTV di Lokasi Kejadian

Kasus Kematian Mahasiswa Fisip Udayana yang Mencuri Perhatian

Kasus kematian mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Udayana, Timothy Anugerah Saputra masih menjadi topik hangat di media sosial. Ayah dari korban, Lukas, akhir-akhir ini membongkar tiga kejanggalan yang ia temukan setelah putranya meninggal pada Rabu (15/10/2025). Awalnya, kematian Timothy sempat dikaitkan dengan tindakan mengakhiri hidup. Ia diduga melompat dari lantai dua gedung Fisip.

Namun, Lukas tidak langsung percaya dengan dugaan tersebut. Setelah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), ia menemukan beberapa hal yang mencurigakan. Berikut adalah tiga kejanggalan yang ia temukan:

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
  • Tidak Ada CCTV yang Merekam Kejadian
    Pihak kampus sebelumnya menyatakan bahwa tidak ada CCTV yang merekam kejadian tersebut. Namun, saat Lukas datang ke kampus, ia menemukan adanya CCTV di lantai empat gedung Fisip. Hal ini membuatnya merasa heran karena berbeda dengan informasi yang diberikan oleh pihak kampus.

"Masa di dalam kampus tersebut tidak ada CCTV satu pun yang dalam melihat meliput kejadian tersebut," ujar Lukas dalam wawancara di kanal YouTube Metro TV News, Minggu (19/10/2025).

  • Konstruksi Bangunan yang Tidak Memungkinkan
    Lukas juga menyebut bahwa putranya tidak mungkin jatuh dari lantai empat. Hal ini karena konstruksi bangunan yang tidak memungkinkan jika seseorang jatuh dari lantai tersebut.

"Kalau misal dia (Timothy) jatuh dari lantai empat itu tidak memungkinkan karena konstruksi bangunanya tidak memungkinkan pada saat anak saya jatuh," kata Lukas.

  • Perubahan Informasi dari Pihak Kampus
    Selain itu, Lukas juga menyebut bahwa informasi dari pihak kampus berubah-ubah. Awalnya, mereka menyatakan bahwa Timothy tewas setelah jatuh dari lantai dua. Namun, sehari setelahnya, pihak kampus meralat pernyataannya dan menyebut bahwa Timothy jatuh dari lantai empat.

"Pada saat hari pertama di rumah duka diberitakan dari kampus menyatakan (Timothy jatuh dari) lantai dua. Hari berikutnya dari kampus (meralat katanya Timothy jatuh dari) lantai empat," ujar Lukas.

Selain itu, Lukas juga curiga dengan para saksi atau mahasiswa di TKP yang seolah-olah menutupi fakta. Oleh karena itu, ia melaporkan kasus kematian Timothy ke pihak kepolisian.

"Kebetulan saksi-saksi juga enggak tahu kenapa, tidak dapat memberikan berita yang valid. Jadi melihat dari data tersebut, saya pikir sebaiknya saya serahkan semuanya ke Polres Denpasar untuk menyelidiki kasus ini," ucap Lukas.

Respons terhadap Isu Pembullyan

Lebih lanjut, Lukas juga merespons isu bahwa putranya dibully setelah tewas. Diakui Lukas, ia sedih saat tahu kematian Timothy jadi bahan olok-olok teman kampusnya. Namun, alih-alih emosi, Lukas memilih untuk memaafkan para pembully.

"Secara manusia saya, sakit hati saya. Tapi saya juga punya Tuhan yang mengajarkan saya apabila saya harus memaafkan orang-orang yang salah," pungkas Lukas.

Lukas lega lantaran para pembully kini dapat sanksi sosial alias cemoohan di media sosial. "Biarkan pihak kampus yang melakukan tindakan, memberikan sanksi. Saya rasa enggak usah saya kasih sanksi pun dari pihak media sosial sudah memberikan sanksi kepada mereka," ujar Lukas.

Ia juga meminta maaf kepada teman dan civitas kampus tempat Timothy pernah bernaung. "Kami dari keluarga meminta maaf atas segala tingkah laku Timi kepada rekan sekitar, kepada dosen-dosennya, kepada teman-temannya. Saya minta maaf apabila semasa hidupnya Timi, apabila Timi merugikan pihak di sekitarnya," ungkap Lukas.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan