Kehancuran Adi, Suami Anti Puspita Sari
Adi, suami dari Anti Puspita Sari, mengaku sangat terpukul dan malu atas tindakan istrinya. Ia menyampaikan perasaannya dengan suara bergetar, Kamis (16/10/2025). “Saya tidak tahu harus bicara apa lagi. Rasa sakitnya masih terasa,” katanya.
Ia juga menyatakan ketidakpercayaannya terhadap kenyataan bahwa istri yang sedang hamil itu dibunuh oleh pelaku. Menurut Adi, ia pertama kali mendengar kabar penangkapan pelaku dari aparat kepolisian. Sejak awal, ia berharap polisi segera mengungkap pelaku karena kematian Anti dianggap tidak wajar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Waktu polisi bilang pelakunya sudah ditangkap di Banyuasin, saya cuma bisa sujud syukur. Tapi rasa kehilangan itu tetap nggak hilang,” ujarnya.
Kekecewaan dan Kegelapan
Adi mengaku hancur ketika mengetahui fakta bahwa istrinya tewas saat sedang bersama pria lain di kamar hotel. Ia mengatakan, sebelumnya Anti tidak pernah menunjukkan tanda-tanda akan melakukan hal seperti itu.

“Jujur saya kaget dan malu juga. Tapi bagaimanapun, dia istri saya. Saya tetap ingin dia dapat keadilan,” ucapnya lirih.
Di sisi lain, Adi juga mengungkapkan bahwa istrinya memiliki banyak keinginan yang belum bisa dia penuhi. Menurut Adi, satu di antara keinginan Anti Puspita yakni memiliki usaha sendiri. Sayangnya, keinginan tersebut tak sempat terwujud karena Anti Puspita telah berpulang untuk selamanya seusai ia melayani tamunya.
Peristiwa Mengerikan di Hotel
Publik di media sosial merasa heran atas tindakan Anti. Ia memiliki suami namun tetap menjalankan praktik open BO. Bahkan, Anti Puspitasari tetap melayani pria lain meski sedang hamil muda trimester pertama. Namun, kini terungkap bahwa Anti memang sedang memiliki sebuah keinginan.
"Permintaannya mau hidup bahagia. Seperti ingin bisa beli ini, beli itu. Banyak yang ingin dibeli," kata Adi Rosiadi mengutip dari Tribun Sumsel. "Ada rencana buat usaha," katanya.
Kini, kerja keras Anti justru pupus saat sedang mengupayakan segala keinginannya. "Keinginan itu banyak, tapi belum terkabul memang," katanya.
Kronologi Pembunuhan
Diberitakan sebelumnya, jenazah Anti Puspita Sari ditemukan pertama kali oleh salah seorang pegawai hotel yang hendak mengecek ke kamar korban, karena sudah waktunya untuk cek out, Sabtu (11/10/2025). Saat itu pintu kamar terkunci dari dalam.
Kemudian, beredar rekaman CCTV saat AP dan pria tersebut check in hotel. Dalam rekaman CCTV yang beredar, salah satu diunggah Instagram @palembang_kucarkacir, Senin (13/10/2025) pria yang bersama AP tampak melakukan pembayaran di kasir. Pria tersebut tampak mengenakan sweater dan memakai masker yang diselipkan di dagu. Sementara, AP terlihat mengenakan hijab berwarna pink dan memakai rok.
Gelagat AP tampak melihat ke arah luar hotel sambil membawa sesuatu yang di tangannya.
Proses Ekshumasi dan Rasa Sedih
Makam Anti Puspita Sari alais AP (22) dibongkar untuk proses autopsi, membuat sang suami, Adi Rosadi (36) mengaku tak kuat. Adi Rosadi menyebut dirinya hanya berani menunggu dari luar tanpa melihat proses itu.
Menurutnya, proses pembongkaran makam istrinya itu membuat dirinya sedih. Ia juga takut teringat momen yang membuatnya sedih. “Saya tidak kuat melihatnya, takut teringat kembali. Ketika melihat diangkat saja saya sudah sedih,” ujarnya, Selasa (14/10/2025).
Diakui Adi, proses pembongkaran makam istrinya tersebut sudah diizinkan. “Benar hal ini Ekshumasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian sudah diizinkan keluarga besar kami,” ungkap Adi.
Dengan dilakukan ekshumasi ini ia dan keluarganya berharap agar kasus ini dapat terbongkar dan pelakunya bisa cepat tertangkap. “Saya berharap dengan dilakukan autopsi ini kasus ini terang dan pelaku cepat terungkap. Karena sore saya diberitahu akan dilakukan Ekshumasi ini,” katanya.
Hasil Ekshumasi dan Penyebab Kematian
Kasat Reskrim Polresabes Palembang, AKBP Andrie Setiawan mengatakan, hasil dari Ekshumasi pada jenazah korban didapati korban meninggal dunia akibat kekurangan oksigen dan ada pukulan benda tumpul dibagian leher. “Korban meninggal dunia akibat lemas kurang oksigen, jadi lemas dan meninggal dunia, akibat sumbatan jalan napas atas, dan juga ada pukulan benda tumpul dibagian leher korban,” bebernya.
“Hasil ekshhumasi ini bakal dijadikan bahan proses penyelidikan dan fakta-fakta,” tambahnya. Andrie menerangkan, korban diketahui ditemukan 1x24 jam setelah terjadi pembunuhan. Sementara ekshumasi ini juga dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian korban.
Disinggung soal kehamilan, Andrie menyebutkan jika korban kini tengah hamil trisemester pertama. “Berarti korban hamil kurang lebih kisaran 1, hingga 2 bulan kehamilan,” bebernya.
Hingga kini, polisi telah memeriksa sebanyak 8 saksi untuk mengungkap kasus ini. “Ada 8 saksi yang sudah kita periksa hingga hari ini. 2 orang resepsionis hotel, suami korban, warga dilokasi kejadian dan teman korban,” tutupnya.