
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Insentif untuk Pihak Terkait
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah sejak 2024 kini semakin mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan masyarakat. Program ini bertujuan untuk menjangkau berbagai kelompok rentan, seperti anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita. Namun, dalam proses distribusi di lapangan, masih terdapat beberapa tantangan teknis yang sering menghambat jalannya program.
Beberapa kendala yang sering muncul antara lain keterlambatan logistik dan kesulitan dalam pencatatan data. Untuk mengatasi hal ini, Badan Gizi Nasional (BGN) baru-baru ini menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 5 Tahun 2025 yang menetapkan pemberian insentif sebesar Rp100 ribu per hari bagi guru yang ditunjuk sebagai penanggung jawab distribusi di sekolah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kebijakan ini tidak hanya menambah daftar penerima insentif, tetapi juga menjadi bagian dari strategi untuk memastikan distribusi MBG tidak terganggu. Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menjelaskan bahwa kehadiran guru penanggung jawab diharapkan dapat menutup celah yang berpotensi menghambat jalannya program.
“Sebagai bentuk apresiasi atas tambahan tugas dan tanggung jawab tersebut, kepada guru penanggung jawab Program MBG di sekolah diberikan insentif,” ujar Nanik kepada awak media di Jakarta, pada Senin, 29 September 2025.
Ia menegaskan bahwa pemberian insentif ini bukan sekadar kompensasi finansial, melainkan bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusi guru dalam mendukung keberhasilan program.
Penunjukan Guru Penanggung Jawab
Melalui SE terbaru, sekolah penerima manfaat MBG diwajibkan menunjuk satu hingga tiga guru sebagai penanggung jawab distribusi. Prioritas diberikan kepada guru bantu dan honorer, dengan sistem rotasi harian agar tanggung jawab tersebar merata.
Nanik menuturkan, insentif Rp100 ribu per hari akan dibayarkan setiap 10 hari sekali melalui dana operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Kepada seluruh SPPG agar melaksanakan dan mengawasi pemberian insentif kepada setiap guru yang telah ditunjuk,” tegasnya.
Kader Distribusi MBG ke Ibu Hamil-Balita
Selain guru, terdapat kader KB yang juga mendukung distribusi MBG ke ibu hamil, menyusui, dan balita. Mereka juga diketahui mendapatkan insentif dari otoritas terkait.
Dalam kesempatan berbeda, Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Sukaryo Teguh Santoso, pernah menegaskan insentif yang diberikan bukan berupa gaji, melainkan pengganti biaya operasional.
“Insentif ini bukan gaji tetapi pengganti biaya operasional para kader dalam mendistribusikan MBG ke rumah-rumah penerima manfaat,” ujar Sukaryo di Pangkalpinang, pada 19 September 2025 lalu.
Menurut Sukaryo, besaran insentif yang diterima para kader disesuaikan dengan tingkat kesulitan wilayahnya, yaitu ringan, sedang, atau berat.
Kader Posyandu Ikut Kecipratan
Distribusi MBG juga diketahui melibatkan Tim Pendamping Keluarga (TPK), termasuk penyuluh dan kader posyandu. Secara terpisah, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, menjelaskan insentif untuk TPK berbentuk penggantian transportasi, dengan nominal disesuaikan jumlah penerima manfaat.
Menurutnya, skema pembiayaan akan menyesuaikan kondisi geografis daerah.
“TPK untuk mendistribusikan (MBG) ada pembiayaannya. Kisarannya macam-macam, sekitar Rp1.000 per orang,” kata Wihaji kepada awak media di Jakarta, pada Senin, 22 September 2025.
Kesimpulan
Dengan skema insentif yang makin terstruktur, pemerintah berharap distribusi program MBG semakin lancar ke tangan penerima manfaat. Langkah-langkah ini diharapkan bisa meningkatkan efektivitas dan partisipasi aktif dari berbagai pihak yang terlibat dalam program ini.