Mengungkap Keunggulan IPO Jumbo RATU, CDIA, dan SUPA: Mana yang Paling Disukai?

admin.aiotrade 16 Des 2025 2 menit 18x dilihat
Mengungkap Keunggulan IPO Jumbo RATU, CDIA, dan SUPA: Mana yang Paling Disukai?


Beberapa perusahaan besar atau lighthouse company telah memperkenalkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selama tahun 2025, perusahaan-perusahaan dengan aset besar ini mencatatkan permintaan yang melebihi jumlah saham yang ditawarkan, atau dikenal sebagai oversubscription.

Lighthouse company merujuk pada perusahaan yang memiliki dua ciri utama, yaitu kapitalisasi pasar minimal sebesar Rp 3 triliun dan porsi saham publik (free float) minimal 15%. Contohnya adalah PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Selama tahun 2025, beberapa emiten lighthouse company melakukan penawaran umum perdana saham (IPO), antara lain PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), hingga PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS). Salah satu IPO yang menarik perhatian adalah PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) milik konglomerat Prajogo Pangestu. Penawaran sahamnya pada 9 Juli 2025 mencatatkan oversubscription hingga 563,64 kali.

Selain itu, anak usaha PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), yakni PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), juga mencatatkan oversubscription sebesar 313,15 kali. Anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), juga mengalami kelebihan permintaan hingga 148,5 kali dalam IPO mereka.

Sementara itu, Presiden Direktur Bangun Kosambi Sukses (CBDK), Steven Kusumo, sebelumnya menyatakan bahwa perusahaan ini mencatatkan oversubscription sekitar 344,28 kali. Sebanyak 168.874 investor turut berpartisipasi dalam penawaran saham PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK). Emiten yang merupakan kongsi Agung Sedayu dan Salim Group ini melantai di BEI pada Januari 2025 lalu.

Berikut daftar perusahaan mercusuar yang telah melantai di BEI:

  1. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU)
  2. Oversubscription: 313,15 kali
  3. Pelaksanaan IPO: 8 Januari 2025

  4. PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)

  5. Oversubscription: 344,28 kali
  6. Pelaksanaan IPO: 13 Januari 2025

  7. PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)

  8. Oversubscription: 1,08 kali
  9. Pelaksanaan IPO: 25 Maret 2025

  10. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)

  11. Oversubscription: 563,64 kali
  12. Pelaksanaan IPO: 9 Juli 2025

  13. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)

  14. Oversubscription: 148,5 kali
  15. Pelaksanaan IPO: 23 September 2025

Di samping itu, di akhir tahun 2025 ada perusahaan beraset besar yang mendekati kriteria lighthouse company, yaitu PT Super Bank Indonesia atau Superbank. Perusahaan bank digital ini melantai di BEI hari ini, Rabu (17/12).

Saat penjatahan efek rampung, SUPA tercatat kelebihan permintaan atau oversubscribe hingga 318,69 kali. Tak hanya itu, IPO SUPA juga mencatatkan rekor karena diburu lebih dari 1 juta order.

Superbank menetapkan harga pelaksanaan IPO di Rp 635 per lembar saham dengan melepas maksimal 4,40 miliar saham baru atau setara 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Setiap saham memiliki nilai nominal Rp 100 dengan potensi dana segar yang dihimpun mencapai Rp 2,79 triliun.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan