Menikmati Martabak dari Konten di Kompasiana

admin.aiotrade 07 Nov 2025 5 menit 17x dilihat
Menikmati Martabak dari Konten di Kompasiana

Pengalaman Menulis di Aiotrade dan Kebahagiaan yang Tak Terduga


Pada Juli 2025 lalu, untuk pertama kalinya saya mendapatkan cuan setelah membuat konten selama bulan Juni di aiotrade. Meskipun nilai nominalnya tidak besar, tetapi kebahagiaan yang muncul sangat besar. Sepertinya sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Untuk merayakan kebahagiaan tersebut, saya membeli dua bungkus martabak paling enak di Depok. Kebetulan kami sekeluarga suka dengan martabak, sehingga kami tahu martabak paling nikmat yang tidak jauh dari rumah.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dengan rasa syukur dan bahagia, kami menikmati martabak tersebut di meja makan sambil bercerita betapa beruntungnya ngonten di aiotrade. Kebahagiaan yang terpancar dari wajah istri dan anak membuat saya semakin bahagia. Ternyata bahagia itu sederhana.

Sebagai penulis konten di aiotrade, saya merasa dihargai dengan karya saya. Saya merasa lebih percaya diri dan berharap bisa tetap konsisten untuk menghasilkan konten-konten berkualitas.

Sekali lagi, saya sangat bahagia ketika rangkaian kata yang saya buat berubah menjadi angka rupiah. Bukan soal besarnya tetapi ada tanda penghargaan yang bisa digunakan/diceritakan untuk menghadirkan kebahagiaan di dalam keluarga.

Dengan demikian, ngonten dapat membuat kita dan orang-orang di sekitar menjadi bahagia. Bukankah kebahagiaan itu lebih penting dari uang? Bukankah hati yang gembira adalah obat?

Kenangan Awal Menulis dan Kebahagiaan yang Tak Terlupakan

Saya jadi teringat ketika pertama kali tulisan saya dimuat di koran pada 2007. Waktu itu saya masih duduk di bangku perkuliahan. Saking bahagianya, koran yang memuat tulisan tersebut saya peluk di tempat tidur hingga saya terlelap.

Keesokan harinya tidak sedikit yang memberikan ucapan selamat kepada saya di kampus. Bukan hanya teman-teman, tetapi juga dosen. Terus terang, waktu itu saya merasa telah bisa memetik bintang, bahkan menjadi bintang itu sendiri.

Kebahagiaan tidak berhenti di situ. Beberapa hari setelah tulisan tersebut dimuat, saya menerima honor atas tulisan saya. Memang lagi-lagi tidak banyak, tetapi itu menjadi tanda penghargaan yang sangat penting buat saya.

Penghargaan yang saya peroleh membuat saya semakin semangat menulis. Hampir setiap minggu tulisan saya dimuat di media cetak. Honornya lumayan banyak untuk zaman tersebut. Saya juga mengikuti berbagai lomba karya tulis, dan beberapa kali menang.

Tahun 2008, saya pernah memenangkan lomba karya tulis tingkat mahasiswa. Foto saya pun terpampang di Harian Kompas Biro Sumatera Utara. Besoknya saya dipanggil rektorat kampus, dan saya ditawari beasiswa.

Setelah lulus kuliah pada 2010, saya pernah bertahan hidup selama beberapa bulan dengan mengandalkan honor dari menulis. Namun ternyata, menjadi penulis lepas bukanlah pekerjaan yang menjanjikan.

Penulis lepas berbeda dengan wartawan yang meskipun aktivitasnya sama-sama menulis, tetapi wartawan memperoleh penghasilan yang pasti setiap bulan dari perusahaannya. Sementara penghasilan penulis lepas tergantung pada tulisannya yang dimuat.

Setelah diterima menjadi aparatur sipil negara (ASN) di salah satu kementerian pada 2014, saya sudah jarang menulis di koran. Seringkali pekerjaan dan urusan keluarga menjadi alasan bagi seseorang, termasuk saya, sehingga tidak lagi menulis di media cetak maupun online. Barangkali ini namanya telah berada di zona nyaman.

Kebahagiaan dari Pekerjaan Sampingan

Pendapatan rutin yang kami terima pada setiap bulannya terbilang lebih dari cukup. Apalagi waktu itu istri juga masih bekerja. Oleh karena itu, tidak terpikir bagi saya untuk mencari pekerjaan sampingan (side job), padahal sangat memungkinkan mencari penghasilan tambahan misalnya dengan menulis.

Menjadi ASN dengan gaji rutin setiap bulan umumnya menjadi impian banyak orang. Namun berdasarkan pengalaman, penghasilan tersebut sepertinya kurang bermakna karena kenaikannya terbatas. Seberapa produktif pun bekerja, penghasilannya sudah bisa dipastikan sebagaimana bulan sebelumnya.

Ketika beberapa bulan lalu saya mendapat penghasilan tambahan lewat menulis, bahagianya sungguh luar biasa. Meskipun jumlahnya hanya sekitar satu persen dari penghasilan sebagai ASN, tetapi nilai kebahagiannya berlipat ganda.

Kebahagiaan itu juga menular bagi keluarga, bukan hanya ketika makan martabak bersama di meja makan, tetapi juga ketika di luar rumah. Anak saya yang masih duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar (SD) dengan bangganya bercerita tentang pekerjaan ayahnya.

Dia bercerita kepada guru dan teman-teman sekelasnya bahwa pekerjaan ayahnya adalah penulis di aiotrade. Tentu saja teman-temannya bingung dengan pekerjaan seperti itu.

Suatu ketika dua orang temannya datang ke rumah. Anak saya menawarkan martabak kepada mereka. Mereka makan dengan lahapnya, bahkan minta tambahan. “Martabaknya enak sekali, dapat dari mana, Fan?”, tanya temannya. Anak saya dengan polosnya menjawab, “martabak ini dari hasil menulis di aiotrade”. Kedua temannya saling menatap satu dengan yang lain, pertanda bingung.

Martabak yang Lebih Besar

Ngonten di aiotrade sebagai side job, tidak hanya sekadar mendapatkan penghasilan tambahan yang cukup membeli martabak buat keluarga. Ada “martabak” yang lebih besar dari sekadar makanan. Martabak besar itu bisa berupa kesempatan dan peluang baru yang timbul atas konten yang dihasilkan.

Pengalaman saya, berkat konten saya di aiotrade, saya ditawarkan menjadi dosen tamu mata kuliah “Bahasa Indonesia” di salah satu kampus swasta di Jakarta. Meskipun saya hanya mengajar sekali seminggu di dua kelas, saya mendapat penghasilan tambahan jutaan rupiah per bulan.

Jadi, ngonten di aiotrade memiliki banyak manfaat jangka pendek dan jangka panjang. Mungkin saat ini hanya mendapatkan martabak yang sedikit dari aiotrade, tetapi bisa jadi ke depan kita mendapat martabak yang lebih besar dari aiotrade atau tempat lain.

Selain itu, ngonten di aiotrade membuat kita memiliki teman/komunitas baru. Teman/komunitas ini bisa juga menjadi pintu rezeki baru di masa depan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan