Meningkatkan Ekonomi, Pemerintah Perlu Ubah Pendekatan dan Strategi

admin.aiotrade 13 Nov 2025 3 menit 14x dilihat
Meningkatkan Ekonomi, Pemerintah Perlu Ubah Pendekatan dan Strategi


Jakarta – Dalam Rencana Anggaran Tahunan Bank Indonesia (RATBI) tahun 2026, Bank Indonesia (BI) menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3%. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan target pemerintah dalam APBN 2026 yang sebesar 5,4%. Gubernur BI, Perry Warjiyo menjelaskan bahwa proyeksi tersebut sudah mempertimbangkan berbagai faktor eksternal dan internal. Termasuk penurunan ekonomi global dan langkah-langkah yang akan diambil oleh bank sentral untuk mendorong pertumbuhan melalui penurunan suku bunga.

Perry mengungkapkan bahwa BI memiliki dasar penghitungan sendiri dalam menentukan target pertumbuhan ekonomi. “Dasar kami menghitung, data dari Badan Pusat Statistik (BPS), termasuk ada dasar kami banyak survei yang dilakukan sebagai dasar. Nilai tukar juga sangat berpengaruh, nilai tukar rupiah di 2026 rata-rata masih sama dengan 2025 karena pengaruh ketidakpastian global,” ujarnya saat melakukan rapat kerja dengan komisi XI DPR RI, Rabu (12/11).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sementara itu, Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence (IEI), Sunarsip menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi saat ini masih cukup baik. Namun, ia menilai belum didukung oleh perbaikan konsumsi masyarakat. “Pertumbuhan ekonomi saat ini banyak ditopang oleh konsumsi pemerintah yang tumbuh 5,49% pada kuartal III 2025. Kalau tidak ada itu, mungkin ekonomi kita bisa lebih rendah lagi,” katanya dalam penjelasannya, Kamis (13/11).

Sunarsip menyarankan agar pemerintah mengubah pendekatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia menilai, jika sebelumnya fokus pada peningkatan demand, kini perlu diarahkan pada penguatan supply sektoral. Menurutnya, konsumsi rumah tangga yang masih stagnan di bawah 5% disebabkan oleh belum pulihnya sejumlah sektor industri pasca-pandemi Covid-19.

Tenaga Ahli Utama Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Lutfi Ridho menegaskan bahwa pemerintah sebenarnya terus berupaya memperkuat konsumsi rumah tangga. Namun, kunci utamanya adalah membangun kepercayaan publik terhadap prospek pendapatan mereka. “Mereka harus yakin terutama keyakinan pendapatan di masa yang akan datang,” kata Lutfi.

Ia menambahkan bahwa DEN akan memfokuskan perhatian pada peningkatan optimisme dan stabilitas pendapatan masyarakat. Jika kepercayaan itu terbentuk, konsumsi rumah tangga bisa kembali menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi, meskipun investasi tetap akan menjadi pendorong utama tahun depan.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

Beberapa faktor yang memengaruhi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia antara lain:

  • Kondisi ekonomi global: Penurunan ekonomi global dan ketidakpastian pasar memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Nilai tukar rupiah: Prediksi nilai tukar rupiah pada 2026 masih stabil, namun tetap dipengaruhi oleh situasi global.
  • Konsumsi pemerintah: Konsumsi pemerintah menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi.
  • Perbaikan sektor industri: Pulihnya sektor industri pasca-pandemi diperlukan untuk meningkatkan konsumsi rumah tangga.
  • Stabilitas pendapatan masyarakat: Kepercayaan masyarakat terhadap pendapatan di masa depan sangat penting untuk mendorong konsumsi.

Langkah yang Disarankan

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang optimal, beberapa langkah yang direkomendasikan antara lain:

  • Meningkatkan kepercayaan masyarakat: Dengan membangun optimisme dan stabilitas pendapatan.
  • Mendorong pertumbuhan sektoral: Fokus pada penguatan supply sektoral untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.
  • Memperkuat investasi: Investasi tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi.
  • Meningkatkan konsumsi rumah tangga: Melalui perbaikan kondisi ekonomi dan pengembangan sektor industri.

Dengan kombinasi langkah-langkah tersebut, diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai target yang ditetapkan dan bahkan melebihi harapan.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan