Menjelang Nataru, ASDP Tingkatkan Layanan Jawa–Bali–Lombok

admin.aiotrade 16 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Menjelang Nataru, ASDP Tingkatkan Layanan Jawa–Bali–Lombok

Persiapan Layanan Penyeberangan Jawa–Bali–Lombok

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), jalur penyeberangan Jawa–Bali–Lombok akan mengalami peningkatan signifikan. Untuk memastikan kelancaran dan keamanan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah menyiapkan berbagai layanan yang terstruktur dan efisien.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan bahwa perayaan Nataru bukan hanya sekadar perjalanan fisik, tetapi juga menjadi momen penting untuk kembali berkumpul dengan keluarga dan merayakan kebersamaan. Oleh karena itu, ASDP menyiapkan rangkaian layanan yang dapat membantu masyarakat melintasi jalur tersebut dengan lancar, aman, dan nyaman.

Pelabuhan Lembar sebagai Gerbang Utama

Di kawasan Timur, Pelabuhan Lembar menjadi gerbang vital menuju NTB dan Bali. Tingginya mobilitas pengguna jasa terlihat dari operasional KMP Portlink II dan KMP Roditha hingga Oktober 2025, yang telah mengangkut sekitar 20 ribu penumpang dan lebih dari 35 ribu kendaraan.

General Manager ASDP Cabang Lembar Handoyo Priyanto menjelaskan bahwa pengaturan jumlah kapal akan disesuaikan dengan tingkat kepadatan. Selain itu, penerapan delaying system di area parkir PDS dan Terminal Segenter juga dilakukan untuk mengoptimalkan alur lalu lintas.

Arus puncak diperkirakan akan terjadi pada tanggal 20–22 serta 27–29 Desember, sedangkan arus balik diprediksi akan terjadi pada 3–5 Januari 2026. Dengan persiapan ini, diharapkan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan lebih tenang.

Pola Operasi Adaptif di Sisi Barat

Di sisi barat, Pelabuhan Ketapang memperkuat pola operasi melalui konsolidasi nasional Kementerian Perhubungan. ASDP bekerja sama dengan KSOP, BPTD, dan instansi terkait dalam menyiapkan manajemen antrean, opsi penambahan trip kapal, serta rekayasa lalu lintas.

Jika diperlukan, kendaraan besar maupun kecil dapat dialihkan ke jalur alternatif. Pola operasi adaptif ini diharapkan dapat menjaga kelancaran perjalanan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk sepanjang periode Nataru.

Digitalisasi Ferizy untuk Kemudahan Pengguna

Corporate Secretary ASDP Windy Andale menegaskan bahwa kekuatan utama layanan Nataru tahun ini terletak pada digitalisasi Ferizy. Dengan pembelian tiket online sejak H-60, masyarakat tidak lagi perlu antre di pelabuhan.

Edukasi intensif dilakukan melalui berbagai kanal digital dan posko informasi di delaying area agar pengguna jasa memahami tata cara pemesanan, validasi data diri, dan ketentuan waktu kedatangan.

Windy menambahkan bahwa ASDP berkomitmen menghadirkan layanan prima melalui digitalisasi Ferizy dengan berbagai kemudahan pelayanan bagi pengguna, termasuk penyederhanaan skema refund dan reschedule.

Perubahan Skema Refund dan Reschedule

Penalti refund yang sebelumnya terdiri dari dua potongan—25% biaya administrasi dan 50% harga tiket—kini hanya satu kali potongan sebesar 25% dari harga tiket. Hal serupa berlaku untuk reschedule, di mana pengguna hanya dikenakan potongan 10% dari harga tiket, jauh lebih ringan dibandingkan skema sebelumnya yang memotong total 50%.

Kemudahan ini diharapkan memberi fleksibilitas lebih besar bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan akhir tahun.

Kesimpulan

Dengan penguatan operasional, koordinasi intensif lintas instansi, serta digitalisasi layanan yang semakin matang, ASDP optimistis penyeberangan di jalur Jawa–Bali–Lombok selama Nataru akan berjalan lebih lancar dan terkendali. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan yang tersedia untuk melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan