
Tokoh Nasional Hadir di Istana Kepresidenan Jelang Pelantikan Komite Reformasi Polri
Beberapa tokoh nasional hadir di Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat (7/11) sore, menjelang pelantikan Komite Reformasi Polri oleh Presiden Prabowo Subianto. Acara ini menjadi perhatian besar masyarakat, mengingat pentingnya peran komite dalam membenahi institusi kepolisian.
Para Tokoh yang Hadir
Di antara para tokoh yang hadir adalah Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, serta Mahfud MD dan Wakil Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan. Yusril tiba di Istana sekitar pukul 14.30 WIB dan mengungkapkan bahwa dirinya belum mengetahui pasti apakah akan dilantik atau hanya sebagai undangan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Saya belum tahu akan dilantik atau tidak. Hanya diminta hadir dalam acara pelantikan. Nanti kita lihat saja,” ujarnya kepada wartawan.
Sementara itu, Mahfud MD mengatakan bahwa dirinya hadir atas panggilan langsung dari Presiden. Ia menyebut bahwa undangan diterima pada Kamis malam lalu. “Tadi malam saya ditelepon tapi tidak diberi tahu untuk apa. Saya pikir mau acara biasa, mau pakai batik, tapi disuruh pakai jas,” tambahnya.
Otto Hasibuan membenarkan bahwa dirinya termasuk dalam tim yang dibentuk Presiden Prabowo. Meski begitu, ia menyebut belum mengetahui secara rinci struktur dan tugas masing-masing anggota.
“Saya diminta bergabung dalam tim Reformasi Polri. Nanti arahan dan pembagian tugasnya disampaikan langsung oleh Presiden,” ujarnya.
Struktur Komite dan Jadwal Pelantikan
Menurut informasi awal, komite ini beranggotakan sembilan orang, terdiri atas mantan Kapolri dan sejumlah tokoh hukum nasional. Pelantikan dijadwalkan berlangsung pukul 16.00 WIB di Istana Kepresidenan.
Selain ketiganya, sejumlah pejabat lain turut hadir, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Ketua MK Periode 2003–2008 Jimly Asshiddiqie, Kapolri 2015–2016 Jenderal (Purn.) Badrodin Haiti, Kapolri 2019–2021 Jenderal (Purn.) Idham Aziz, serta Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Reformasi Kepolisian Ahmad Dofiri. Turut hadir pula Menko Polhukam Djamari Chaniago.
Proses Pembentukan Komite
Sumber di lingkungan Istana menyebut, nama-nama anggota Komite Reformasi Polri telah disusun dan disetujui Presiden sejak akhir Oktober. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya menjelaskan bahwa pembentukan komite ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam melakukan evaluasi dan pembenahan menyeluruh terhadap institusi Kepolisian.
“Presiden sangat mencintai institusi Polri, tetapi juga menilai perlunya pembenahan dan evaluasi agar Polri semakin profesional dan dipercaya masyarakat,” ujar Prasetyo pada 30 Oktober lalu.
Alasan Pembentukan Komite
Pembentukan Komite Reformasi Polri menjadi respons atas tuntutan publik yang menginginkan perbaikan kinerja dan transparansi di tubuh kepolisian, terutama setelah gelombang aksi masyarakat di berbagai daerah pada akhir Agustus 2025.
Komite ini diharapkan bisa menjadi wadah untuk memastikan kepolisian dapat bekerja lebih efektif dan bertanggung jawab terhadap masyarakat. Dengan partisipasi tokoh-tokoh yang memiliki pengalaman dan integritas, diharapkan proses reformasi bisa berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang nyata bagi bangsa Indonesia.