Mensesneg Bocorkan 10 Tokoh akan Dapatkan Gelar Pahlawan Nasional, Termasuk Soeharto?

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 13x dilihat
Mensesneg Bocorkan 10 Tokoh akan Dapatkan Gelar Pahlawan Nasional, Termasuk Soeharto?
Mensesneg Bocorkan 10 Tokoh akan Dapatkan Gelar Pahlawan Nasional, Termasuk Soeharto?

Peringatan Hari Pahlawan Nasional Tahun 2025: Pengumuman Nama Tokoh yang Akan Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Setiap tahun, peringatan Hari Pahlawan Nasional yang jatuh pada tanggal 10 November selalu menjadi momen penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Pada perayaan tahun ini, Presiden Prabowo Subianto akan memberikan gelar pahlawan nasional kepada sejumlah tokoh yang dianggap memiliki jasa besar terhadap negara dan bangsa.

Penghargaan ini akan diserahkan langsung oleh Presiden di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (10/11/2025). Meski nama-nama yang akan dianugerahi gelar belum secara resmi diumumkan, beberapa nama telah muncul ke permukaan dan menjadi perbincangan publik.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Salah satu yang menjadi sorotan adalah nama mantan Presiden RI ke-2, Jenderal Soeharto. Wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto mendapat banyak penolakan, khususnya dari kalangan NU dan aktivis 98. Beberapa tokoh ternama NU seperti KH Mustofa Bisri menolak tegas rencana tersebut. Mereka menilai bahwa pemberian gelar ini tidak sesuai dengan prinsip sejarah dan nilai-nilai yang dianut oleh organisasi tersebut.

Ray Rangkuti, salah satu aktivis 98, juga menyatakan sikap menolak usulan pemerintah untuk menetapkan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional. Penolakan ini mencerminkan ketidaksetujuan terhadap cara pemerintah menghargai tokoh-tokoh masa lalu.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan bahwa sekitar 10 nama tokoh akan diberi gelar pahlawan nasional. Ia menjelaskan bahwa pengumuman resmi akan dilakukan hari ini, meskipun ia menyebutkan bahwa pengumuman lebih lanjut akan dilakukan besok.

"Besok, insya allah akan diumumkan," ujarnya kepada wartawan setelah rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tadi malam.

Prasetyo menjelaskan bahwa rapat terbatas di istana negara merupakan finalisasi penganugrahan gelar pahlawan nasional kepada sejumlah tokoh. Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo akan menyampaikan pengumuman tersebut secara langsung.

"Itu kan bagian dari bagaimana kita menghormati para pendahulu, terutama para pemimpin kita, yang apapun sudah pasti memiliki jasa yang luar biasa terhadap bangsa dan negara," katanya.

Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo menerima masukan dari berbagai pihak, termasuk Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Ketua MPR Ahmad Muzani. Proses ini dilakukan agar keputusan yang diambil oleh pemerintah dapat mempertimbangkan berbagai pandangan.

"Karena memang cara bekerja beliau, beliau menugaskan beberapa untuk berkomunikasi dengan para tokoh, mendapatkan masukan dari berbagai pihak sehingga diharapkan apa yang nanti diputuskan oleh bapak presiden, oleh pemerintah itu, sudah melalui berbagai masukan," tambahnya.

Pemerintah melalui Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyerahkan berkas 40 nama usulan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional ke Menteri Kebudayaan (Menbud) sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon.

Beberapa nama yang tercantum dalam berkas tersebut, antara lain Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta tokoh buruh Marsinah. Gus Ipul menjelaskan bahwa usulan nama-nama ini telah dibahas selama beberapa tahun terakhir ini.

"Ada beberapa nama yang memang kita bahas dan kita putuskan pada tahun ini. Di antaranya Presiden Soeharto, Presiden Abdurrahman Wahid dan juga ada Marsinah serta ada beberapa tokoh-tokoh yang lain," kata Gus Ipul kepada wartawan.

Proses pengusulan ini dimulai dari masyarakat serta Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD). Nama-nama ini diajukan dan ditandatangani oleh bupati atau wali kota setempat, kemudian diteruskan ke Kemensos.

"Kami melakukan pengkajian yang dikaji oleh tim (TP2GP). Hasilnya, hari ini saya teruskan kepada Pak Fadli Zon selaku Ketua Dewan Gelar. Ya tentu ini nanti selanjutnya akan dibahas sepenuhnya dan kita tunggu hasilnya secara bersama-sama," jelas Gus Ipul.

Beberapa nama lain yang juga diusulkan, antara lain Syaikhona Muhammad Kholil, KH Bisri Syamsuri, KH Muhammad Yusuf Hasyim. Lalu Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf dan Jenderal TNI (Purn) Ali Sadikin.

Penyerahan berkas ini merupakan tindak lanjut dari rapat-rapat yang telah dilakukan oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) atas usulan gelar pahlawan nasional dari berbagai provinsi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan