
Pertemuan Menteri Sosial dengan Gubernur Jakarta
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang lebih dikenal sebagai Gus Ipul, melakukan pertemuan dengan Gubernur Jakarta, Pramono Anung, di Balai Kota Jakarta Pusat pada Jumat, 24 Oktober 2025. Pertemuan ini membahas beberapa program strategis yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan provinsi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Gus Ipul menyampaikan tiga poin utama sesuai dengan mandat Presiden Prabowo. Yang pertama adalah perbaikan dan pemutakhiran data penerima bantuan sosial melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang kini dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Ia mengatakan bahwa selama ini data masih terpisah-pisah, sehingga menimbulkan ego sektoral. Kini, ia bersyukur dapat berkoordinasi dengan Gubernur Jakarta untuk menyelaraskan data tersebut.
“Selama ini kan datanya sendiri-sendiri, sehingga terasa sekali ego sektoral. Jadi sekarang kita Alhamdulillah cocok-cocokkan data dengan Pak Gubernur,” ujar Gus Ipul di Balai Kota, Jumat 24 Oktober 2025.
Gus Ipul menegaskan bahwa data yang akurat akan memastikan program bantuan sosial (bansos) lebih tepat sasaran dan hasilnya terukur. Kementerian Sosial juga berencana mendorong keluarga penerima manfaat (KPM) untuk naik kelas secara bertahap melalui program pemberdayaan ekonomi.
“Kalau datanya kita sama, maka nanti intervensinya saling memuatkan. Program-program kita saling disinergikan, diintegrasikan. Insya Allah kalau itu kita lakukan terus-menerus, akan semakin bisa membawa program ini tepat sasaran dan berdampak,” ucap Gus Ipul.
Penguatan Program Pemberdayaan
Poin kedua dalam diskusi ini adalah penguatan program pemberdayaan agar masyarakat tidak selamanya bergantung pada bansos. Menurut Gus Ipul, keberhasilan bansos diukur dari berapa banyak keluarga yang berhasil keluar dari kategori rentan karena dinilai sudah mandiri secara ekonomi.
“Setiap tahun mungkin ada sekian warga terima bansos, naik kelas. Mereka tidak lagi menerima bansos, tapi naik menjadi program-program pemberdayaan,” jelas Gus Ipul.
Perkembangan Sekolah Rakyat
Selanjutnya, Gus Ipul melaporkan perkembangan Sekolah Rakyat yang digagas Prabowo bagi masyarakat kurang mampu. Saat ini terdapat tiga lokasi sekolah yang memakai gedung sementara di kawasan Pondok Indah, Bambu Apus, dan Pasar Rebo.
Gus Ipul berharap Pramono memberikan dukungan lahan di Jakarta untuk pembangunan gedung permanen bagi Sekolah Rakyat. “Kami tadi menyampaikan bahwa kita perlu kerjasama. Tanah disediakan oleh DKI. Gambarnya sudah dibuat oleh timnya pak presiden. Insya Allah kalau cocok tanahnya dibangun oleh PU dengan menggunakan dana APBN sebagai bagian dari program strategisnya pak presiden,” ucap Gus Ipul.
Bantuan untuk Warga Jakarta
Lebih lanjut, Gus Ipul menyampaikan ke Pramono mengenai bantuan untuk warga Jakarta yang meliputi Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Secara total, program tersebut menyasar 269.000 keluarga penerima manfaat (KPM).
“Bantuan sembako, yang menyasar lebih dari 350.000. Kemudian PKH, itu menyasar 133.000 KPM (Keluarga Penerima Manfaat). Jadi secara keseluruhan, dapat saya sampaikan ini mungkin datanya karena saya harus baca ini. Jadi untuk KPM Bansos Reguler, ya baik itu PKH maupun bansos sembako, 269.000,” kata Gus Ipul.
Selain itu, pemerintah menambah Bantuan Langsung Tunai Sementara untuk tiga bulan terakhir tahun 2025. “Jumlahnya 347.000 lebih. Sehingga di akhir tahun ini, kita memberikan Bansos untuk daerah khusus Jakarta kepada 617.000 lebih keluarga penerima manfaat dengan total anggaran lebih dari Rp500 miliar,” tutur Gus Ipul.