Peninjauan Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Magelang
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono melakukan peninjauan terhadap calon lokasi lahan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Magelang, pada hari Minggu (26/10/2025). Lahan yang akan digunakan memiliki luas sekitar 10 hektare dan berada di daerah dataran tinggi Desa Girirejo, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.
Dalam peninjauan tersebut, Agus Jabo didampingi oleh beberapa pihak penting seperti Kepala Desa Girirejo, Soleh Ismail, Kepala Sentra Antasena Magelang Supriyono, Direktur Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil dan Kewirausahaan Sosial I Ketut Supena, serta Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Agung Suhartoyo.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Agus Jabo menjelaskan bahwa secara administrasi, proses pengajuan masih dalam tahap pemeriksaan oleh Pemerintah Kabupaten Magelang. Ia berharap hingga pertengahan November semua persyaratan sudah selesai sehingga pembangunan dapat segera dimulai.
Lokasi yang dipilih akan digunakan untuk menampung dua Sekolah Rakyat rintisan di Magelang, yaitu Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 43 yang berlokasi di Sentra Antasena Magelang dan SRMA 15 yang berada di Balai Latihan Kerja Tegalrejo. Saat ini, masing-masing sekolah rintisan tersebut memiliki sekitar 100 siswa.
Jika pembangunan tidak segera dimulai, proses rekrutmen siswa tahun depan bisa terganggu. Oleh karena itu, kami mengimbau PU untuk segera menindaklanjuti agar pembangunan bisa berjalan tahun ini dan tahun ajaran baru 2026 bisa menerima siswa baru dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, ujar Agus Jabo.
Kepala Desa Girirejo, Soleh Ismail, menyampaikan antusiasme masyarakat terhadap rencana pembangunan sekolah rakyat permanen tersebut. Ia menjelaskan bahwa masyarakat sangat mendukung kehadiran sekolah ini karena selain membuat anak-anak bisa bersekolah lebih dekat, juga akan membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.

Soleh menambahkan, banyak warga yang memiliki usaha kecil di rumah berharap bisa ikut berjualan atau terlibat dalam kegiatan di sekitar sekolah. Ia berharap warga yang sudah bekerja di daerah ini juga bisa tetap diberdayakan, sehingga program ini tidak hanya membawa manfaat pendidikan, tapi juga ekonomi.
Selain itu, lokasi lahan di bukit Girirejo yang menghadap langsung ke Gunung Sumbing memberikan pemandangan indah dan udara sejuk. Insya Allah anak-anak akan betah belajar di sini karena suasananya nyaman dan mendukung, tuturnya.
Untuk diketahui, pembangunan ini akan menjadi bagian dari 104 titik pembangunan Sekolah Rakyat permanen tahap pertama yang direncanakan rampung secara bertahap mulai 2026. Sekolah ini akan dilengkapi fasilitas unggulan yang lengkap mulai dari ruang kelas, asrama, laboratorium, aula, tempat ibadah, dan fasilitas olahraga.