Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pemerintah tidak akan menambahkan stimulus ekonomi pada kuartal IV tahun 2025. Ia mengungkapkan keyakinannya bahwa berbagai kebijakan stimulasi yang telah diberikan sebelumnya sudah cukup untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
“Tidak ada tambahan stimulus lagi. Cukup dengan yang kemarin sudah diberikan,” ujar Airlangga di Gedung Kemenko Perekonomian, Jumat (7/11). Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak merencanakan adanya insentif khusus bagi kelas menengah untuk meningkatkan daya beli masyarakat pada akhir tahun.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Airlangga, kelompok menengah sudah mendapatkan manfaat dari kebijakan pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP), terutama bagi karyawan di industri padat karya dan sektor pariwisata.
“Kemarin, salah satu stimulusnya sampai di desil 4. Terkait PPh gaji, itu khusus untuk kelas menengah,” jelasnya.
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2025 mencapai 5,04% secara tahunan (year on year/yoy), yang lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 5,12% yoy. Meski begitu, pemerintah tetap optimistis bahwa perekonomian akan menguat di sisa tahun ini.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 bisa mencapai 5,5%.
“Jika proyeksi akhir tahun, saya setuju dengan Pak Gubernur BI. Taruhan saya, pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 bisa di atas 5,5%,” kata Purbaya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Gedung BI, Senin (3/11).
Rencana Strategis Kementerian Keuangan
Selain itu, Kementerian Keuangan baru saja menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis (Renstra) Kemenkeu 2025–2029. Dalam dokumen tersebut, pemerintah membidik pertumbuhan ekonomi nasional meningkat bertahap selama lima tahun ke depan.
“Penumbuhan ekonomi dari 5,05% (2024) menjadi 5,3% (2025) dan menuju 8% (2029),” tulis Kemenkeu dalam PMK tersebut.
Strategi dan Proyeksi Ekonomi
Dengan peningkatan yang direncanakan, pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan pertumbuhan secara bertahap. Beberapa langkah strategis telah diambil untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi, termasuk pengelolaan kebijakan fiskal dan moneter yang tepat.
Beberapa kebijakan juga dirancang untuk mendukung sektor-sektor utama seperti industri, pariwisata, dan UMKM. Dengan perencanaan yang matang, pemerintah berharap dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di masa depan.
Tantangan dan Peluang
Meskipun ada tantangan yang dihadapi, seperti fluktuasi harga komoditas dan ancaman global, pemerintah tetap optimis bahwa ekonomi Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuh. Dengan kebijakan yang baik dan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat semakin terbuka.
Berbagai indikator ekonomi yang positif menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia sedang dalam proses pemulihan dan siap untuk menghadapi tantangan-tantangan di masa depan. Dengan pendekatan yang konsisten dan strategis, pemerintah berupaya agar pertumbuhan ekonomi tetap stabil dan berkelanjutan.