
Pemerintah Alokasikan Dana Rp 30 Triliun untuk Bantuan Langsung Tunai dan Program Magang
Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 30 triliun yang dialokasikan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra dan program Magang Fresh Graduate. Dana tersebut berasal dari efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang menjelaskan bahwa dana tersebut merupakan realokasi anggaran yang diarahkan untuk memperkuat daya beli masyarakat di kuartal IV tahun ini.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Rp 30 triliun. Baru ya. Hasil efisiensi. Realokasi anggaran,” ujar Airlangga di Jakarta, Minggu (19/10).
BLT Kesra untuk 35 Juta Keluarga Penerima Manfaat
BLT Kesra akan disalurkan kepada 35.046.783 keluarga penerima manfaat (KPM) selama tiga bulan, yaitu Oktober hingga Desember 2025. Nilai BLT Kesra kali ini lebih besar dibandingkan program bantuan langsung tunai sebelumnya. Setiap KPM akan menerima Rp 300 ribu per bulan, yang dicairkan sekaligus dalam satu kali penyaluran. Dengan demikian, total bantuan yang diterima setiap KPM mencapai Rp 900 ribu.
Airlangga menjelaskan bahwa BLT Kesra ini dapat menjangkau kurang lebih 140 juta orang, dengan asumsi satu KPM terdiri dari ayah, ibu, dan dua orang anak.
Simbol Perhatian Pemerintah terhadap Masyarakat
Peluncuran BLT Kesra bertepatan dengan hari ulang tahun Presiden Prabowo Subianto, sebagai simbol perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat kelas menengah-bawah.
Selain BLT Kesra, pemerintah juga meningkatkan kuota program Magang Fresh Graduate menjadi 100 ribu peserta. Program ini ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi maksimal satu tahun setelah kelulusan untuk mendapatkan pengalaman kerja di dunia industri.
“Bulan depan akan dibuka kembali dan ditingkatkan menjadi 80 ribu peserta magang, dan seluruh peserta magang diberikan uang saku per bulan yang besarannya sama dengan uang saku daerah kabupaten dan kota,” jelas Airlangga.
Perlindungan Sosial untuk Peserta Magang
Dalam program ini, peserta magang juga akan memperoleh perlindungan sosial berupa Jaminan Kehilangan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Hingga saat ini, terdapat 1.666 perusahaan yang telah membuka 26.181 lowongan bagi peserta magang.
Stimulus Ekonomi Kuartal IV-2025
Airlangga menyebut, dengan tambahan stimulus ekonomi kuartal IV-2025 ini, total anggaran program pemulihan ekonomi yang telah digelontorkan pemerintah sepanjang tahun mencapai Rp 46,2 triliun. “Nah, yang kuartal keempat Rp 16,2 triliun ditambah Rp 30 triliun,” urainya.
Sumber Dana dari Efisiensi APBN
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa sumber dana Rp 30 triliun tersebut berasal dari hasil efisiensi APBN sejak awal tahun. Ia menjelaskan bahwa efisiensi bukan berarti memangkas anggaran penting, tetapi mengalihkan belanja yang kurang produktif menuju kegiatan yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Dalam berbagai kesempatan kami sudah menjelaskan bahwa yang disebut dengan efisiensi itu adalah kita mengurangi belanja-belanja yang sekiranya tidak produktif, untuk kemudian itu bisa direalokasikan ke kegiatan-kegiatan yang jauh lebih produktif,” pungkasnya.