Menteri Akazawa Kena Kritik Atas Investasi Jepang 550 Miliar Dolar ke AS

admin.aiotrade 06 Okt 2025 3 menit 12x dilihat
Menteri Akazawa Kena Kritik Atas Investasi Jepang 550 Miliar Dolar ke AS
Menteri Akazawa Kena Kritik Atas Investasi Jepang 550 Miliar Dolar ke AS

Menteri Jepang Dianggap Tidak Realistis Terkait Investasi 550 Miliar Dolar AS

Menteri Revitalisasi Ekonomi Jepang, Ryousei Akazawa, mendapatkan kritik dari kalangan politisi setelah menyatakan bahwa investasi sebesar 550 miliar dolar AS tidak akan memengaruhi nilai tukar valuta asing dunia. Pernyataan ini menimbulkan pro dan kontra di tengah publik, terutama karena jumlah investasi yang sangat besar.

"Bagaimana mungkin nilai tukar dunia tidak akan terpengaruh jika investasi 550 miliar dolar AS (setara Rp9.000 triliun) dilakukan oleh Jepang ke Amerika Serikat? Itu bukan angka kecil," ujar seorang politisi senior Jepang yang enggan disebut namanya kepada aiotrade.app.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pada tanggal 1 Oktober 2025, Menteri Akazawa mengungkapkan kemungkinan Jepang akan melakukan investasi di Amerika Serikat senilai 550 miliar dolar (sekitar 81 triliun yen) tanpa memengaruhi nilai tukar. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Asosiasi Koresponden Asing Jepang (FCCJ) di Tokyo.

Ketika ditanya tentang dampaknya terhadap nilai tukar, ia menjelaskan bahwa Jepang bisa menggunakan dolar yang dimiliki dalam rekening khusus dana valuta asing. Dengan demikian, transaksi bisa dilakukan tanpa menukar yen.

"Dengan demikian, meski nilainya 550 miliar dolar, perhitungan kami menunjukkan hal itu tidak akan memengaruhi kurs," katanya.

Selain soal investasi, Akazawa juga menyentuh isu negosiasi tarif antara Jepang dan AS. Ia berharap rencana investasi sebesar 81 triliun yen tetap dilanjutkan oleh pemerintahan berikutnya, karena dinilai penting bagi rantai pasok strategis antara kedua negara.

“MoU antara Jepang dan Amerika Serikat memang tidak mengikat secara hukum, tapi saya percaya komitmen itu akan dihormati dan menguntungkan kedua pihak,” ujarnya.

Akazawa mengaku telah 10 kali berkunjung ke Amerika Serikat untuk bernegosiasi langsung dengan Presiden Donald Trump. Ia mengatakan bahwa Trump memang tangguh, tapi ia tetap mau mendengar permintaan Jepang dan menanggapinya dengan sopan.

“Kesepakatan yang dicapai jauh lebih hati-hati dibandingkan kesan keras yang terlihat di televisi,” katanya.

Kritik Publik dan Media Sosial

Meskipun begitu, pernyataan Akazawa tidak lepas dari kritik publik, termasuk di media sosial. Sebagian warganet menuduh perjalanan dinasnya hanya memboroskan uang rakyat dan menuding dirinya mengumpulkan mileage penerbangan.

“Ketika saya pergi ke Amerika tujuh kali dan hasilnya belum jelas, saya sampai disindir agar mendirikan tenda di halaman Gedung Putih supaya hemat biaya hotel dan tiket pesawat,” ungkapnya.

Akazawa membantah tudingan pengumpulan mileage. Ia menegaskan bahwa menteri, wakil menteri, maupun sekretaris parlemen tidak mendapatkan poin mileage dari perjalanan bisnis.

“Memang sulit membantah isu itu, tapi faktanya tidak benar. Saya menggunakan penerbangan ANA ke Washington, dan pesawat Boeing 787 yang dipakai memang berbeda dari yang biasanya mencatat mileage,” jelasnya dalam pernyataan yang disiarkan pada 29 Juli 2025.

Optimisme Meski Dikritik

Akazawa mengakui adanya suara-suara yang menilai Jepang kalah dalam negosiasi dengan AS. Namun ia menegaskan hal tersebut wajar dalam diplomasi internasional.

“Dalam setiap negosiasi, pasti ada kritik bahwa negara Anda kalah atau tidak setara. Itu tidak mengejutkan,” katanya.

Ia menambahkan, setelah kesepakatan sementara tercapai, pemerintah akan menjelaskan detailnya kepada publik agar pemahaman masyarakat semakin luas.

Diskusi kebijakan Jepang terhadap AS juga dibicarakan kelompok Pencinta Jepang. Gabung gratis kirimkan nama alamat dan nomor telepon ke email tkyjepang@gmail.com.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan