Menteri Fadli Zon: Monumen de Houtman Simbol Peradaban Modern Banten

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 18x dilihat
Menteri Fadli Zon: Monumen de Houtman Simbol Peradaban Modern Banten

Peresmian Monumen Cornelis de Houtman di Banten

Monumen yang menandai masuknya Cornelis de Houtman ke Banten telah diresmikan. Peresmian dilakukan oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon. Dalam pernyataannya, ia menyatakan bahwa peresmian monumen ini menjadi bukti bahwa daerah setempat memiliki peradaban yang maju dan modern jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Fadli Zon menjelaskan bahwa di Banten terdapat peradaban yang cukup maju, ditandai dengan berbagai bangunan yang menjadi cagar budaya. Ia menyampaikan hal tersebut saat meresmikan monumen di kawasan Banten Lama, Kota Serang, Provinsi Banten, pada hari Minggu (6/10/2025).

Ia menambahkan bahwa berbagai infrastruktur penting telah berdiri kokoh ketika Cornelis de Houtman tiba pada akhir abad ke-16. Salah satu contohnya adalah Masjid Banten Lama yang sudah berdiri sejak tahun 1527. Selain itu, Keraton Surosowan dan benteng zigzag juga telah ada sebelum kedatangan de Houtman.

Menurut Fadli Zon, peresmian monumen ini merupakan bagian dari upaya besar untuk melakukan rekonstruksi sejarah dan menunjukkan posisi Banten sebagai pelabuhan niaga internasional yang penting pada masa itu. Di sana terjadi akulturasi budaya yang dinamis.

Ia juga menyoroti temuan para ahli sejarah bahwa kantor pertama perusahaan multinasional Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) didirikan di Banten pada tahun 1603, sebelum akhirnya dipindahkan ke Batavia. Hal ini menunjukkan bahwa Banten merupakan pelabuhan besar perdagangan pada masa itu.

Fadli Zon menginginkan agar sejarah besar Banten tidak hanya ditandai dengan monumen, tetapi juga dihidupkan kembali melalui pemugaran. Ia secara khusus menyebut keinginannya untuk memugar kembali Keraton Surosowan dan Kaibon.

"Bayangan saya, harus pugar kembali Keraton Surosowan, Kaibon. Jadi tidak dibiarkan begitu dan itu harus diaktivasi menjadi pusat-pusat budaya, pusat sejarah," ujarnya.

Dengan aktivasi tersebut, Fadli Zon berharap situs Banten Lama dapat diviralkan sebagai destinasi utama wisata budaya dan edukasi, baik bagi wisatawan domestik maupun internasional. Hal ini juga akan menghidupkan wisata budaya yang ada di Banten.

Upaya Melestarikan Cagar Budaya di Banten Lama

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menunjukkan komitmen serius dalam melestarikan cagar budaya di kawasan Banten Lama, khususnya melalui rencana merekonstruksi Keraton Surosowan.

Wacana merekonstruksi Keraton Surosowan ini muncul ketika Forum Kajian Gedung Negara (FKGN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Rekonstruksi Keraton Surosowan Banten Lama di Gedung Negara Provinsi Banten atau Pendopo Lama Gubernur Banten di Kota Serang.

Ketua FKGN, Prof Mufti Ali menyatakan bahwa diskusi ini bertujuan menghimpun pandangan dan masukan dari berbagai pemangku kepentingan. Hasil diskusi akan dirumuskan menjadi rekomendasi program pelestarian Kawasan Situs Banten Lama yang memiliki nilai historis dan budaya tinggi.

"Hasil diskusi akan dirumuskan menjadi rekomendasi program pelestarian Kawasan Situs Banten Lama yang memiliki nilai historis dan budaya tinggi," ujar Mufti Ali yang juga Guru Besar Sejarah Pemikiran Islam UIN Sultan Maulana Hasanudin (SMH) Banten usai diskusi kepada aiotrademelalui keterangan tertulisnya, Sabtu (21/6/2025).

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan