Menteri HAM Minta Polisi Selidiki Kematian Timothy Anugrah Saputra

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 18x dilihat
Menteri HAM Minta Polisi Selidiki Kematian Timothy Anugrah Saputra
Menteri HAM Minta Polisi Selidiki Kematian Timothy Anugrah Saputra

Peristiwa Kematian Mahasiswa FISIP Universitas Udayana

Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Natalius Pigai, mengajak aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan mendalam terkait kematian seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana yang bernama TAS (22). Hal ini disampaikan oleh Menteri HAM saat bertemu dengan Rektor Universitas Udayana, Prof. I Ketut Sudarsana, di Kampus Sudirman, Denpasar, Bali, pada Jumat.

Natalius menyatakan bahwa pihak kepolisian harus benar-benar menyelesaikan kasus ini, baik melalui penyelidikan konvensional maupun secara saintifik, agar bisa ditemukan hasil akhir yang jelas. Tujuannya adalah untuk memastikan apakah ada hubungan antara peristiwa kematian TAS dengan bullying yang terjadi atau tidak.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Setelah melakukan rapat dengan jajaran kampus Universitas Udayana, Natalius mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut dibahas dua hal utama. Pertama, terkait kasus kematian TAS, dan kedua, tindakan nirempati setelah TAS meninggal dunia yang diduga dilakukan oleh mahasiswa Universitas Udayana.

Menurutnya, untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kematian TAS dengan peristiwa bullying yang terjadi setelah kematiannya, polisi akan mengumumkan hasil investigasi mereka.

"Saya harus menyampaikan bahwa ada dua peristiwa. Peristiwa pertama adalah terkait dengan kematian almarhum. Peristiwa kedua adalah terkait dengan tindakan-tindakan nirempati dan nirsimpati. Di antara kedua ini, apakah ada hubungan atau tidak ada hubungan hanya satu, kepolisian yang akan menentukan," ujarnya.

Natalius menjelaskan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar serangkaian tindakan penyelidikan dilakukan, baik secara konvensional maupun melalui investigasi saintifik. Termasuk memeriksa handphone dan laptop milik korban untuk mencari bukti atau petunjuk.

"Mereka (polisi) sudah lakukan pendalaman. Mereka sudah meminta keterangan, mengumpulkan bukti-bukti CCTV dan berbagai hal," ungkapnya.

Dia yakin bahwa setelah hasil penyelidikan dilakukan, kepolisian akan menyampaikan apakah ada hubungan antara peristiwa kematian almarhum TAS dengan tindakan-tindakan lain.

Dirinya juga melihat reaksi publik terhadap peristiwa kematian TAS sebagai bentuk simpati terhadap korban.

"Apapun yang terjadi di publik, kita menghormati itu sebagai rasa simpati dan empati. Diharapkan dengan adanya ini, tidak ada peristiwa-peristiwa yang akan datang, tidak boleh lagi menimbulkan hal yang serupa," katanya.

Langkah-Langkah Penyelidikan yang Dilakukan

  • Penyelidikan dilakukan secara konvensional dan saintifik
  • Pemeriksaan handphone dan laptop korban untuk menemukan bukti atau petunjuk
  • Pengumpulan bukti-bukti dari CCTV dan berbagai sumber lainnya
  • Koordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan proses penyelidikan berjalan efektif
  • Pemantauan terhadap tindakan nirempati dan nirsimpati yang diduga dilakukan oleh mahasiswa

Peran Masyarakat dalam Kasus Ini

Masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan dan simpati terhadap keluarga korban tanpa mengabaikan proses hukum yang sedang berlangsung. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk situasi.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan