Menteri Juli Antoni Ikut Serta dalam Misi Presiden di COP30 Brasil

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 13x dilihat
Menteri Juli Antoni Ikut Serta dalam Misi Presiden di COP30 Brasil
Menteri Juli Antoni Ikut Serta dalam Misi Presiden di COP30 Brasil

Indonesia Hadir dalam COP30 di Brasil, Meski Presiden Tidak Hadir Langsung

Indonesia akan menghadiri sejumlah agenda kerjasama kehutanan dan perubahan iklim di Brasil dalam beberapa waktu mendatang. Salah satu acara yang dihadiri adalah Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim (COP30 UNFCCC) di Belém, Brasil. COP30 akan diselenggarakan pada 10–21 November 2025. Ini adalah pertama kalinya wilayah Amazon menjadi tuan rumah COP, menandai fokus global pada perlindungan hutan dan keadilan iklim.

Kehadiran Indonesia dalam acara ini merupakan tindak lanjut dari undangan Presiden Brasil Lula da Silva saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis (23/10/2025). Meskipun Presiden Prabowo tidak hadir langsung, ia mendelegasikan kehadirannya kepada Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Perubahan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, yang didampingi Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Dalam forum ini, Utusan Khusus Presiden Bapak Hashim Djojohadikusumo akan menyampaikan national statement yang menegaskan komitmen Indonesia terhadap aksi iklim, transisi energi, dan target FOLU Net Sink 2030. Indonesia akan membawa pesan penting di COP30 bahwa hutan tropis adalah aset global yang harus dikelola secara adil dan berkelanjutan,” ujar Menhut di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, (23/10/2025).

Agenda Kehadiran Indonesia di Acara Internasional

Selain menghadiri COP30, Menhut juga akan hadir memenuhi undangan The Royal Foundation of The Prince and Princess of Wales dalam acara yang bertajuk United for Wildlife Global Summit & High-Level Ministerial Roundtable. Pertemuan ini akan membahas langkah bersama negara-negara dan lembaga internasional dalam memperkuat upaya aksi global terhadap kejahatan lingkungan dan peran masyarakat lokal, meliputi penebangan liar, penambangan liar, dan perdagangan satwa liar.

“Masyarakat lokal termasuk yang paling terdampak oleh kejahatan-kejahatan tersebut. Oleh sebab itu, kehadiran kami di forum ini menjadi bentuk dukungan terhadap kolaborasi global yang berkeadilan untuk melindungi satwa dan ekosistemnya,” ujarnya.

Selain itu, Menhut juga akan melanjutkan agenda ke São Paulo untuk mengikuti Business Roundtable yang diselenggarakan oleh International Emissions Trading Association (IETA). Dalam kesempatan tersebut, juga akan dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kehutanan Indonesia dan ICVCM (Integrity Council for the Voluntary Carbon Market) mengenai peningkatan transparansi dan kredibilitas mekanisme pasar karbon.

Narasi Solusi Iklim dari Sektor Pertanian

Delegasi Indonesia akan membawa narasi solusi iklim dari sektor pertanian, yang menyumbang sekitar 7,72 persen dari total emisi gas rumah kaca nasional. Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam mencari solusi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo mengatakan akan mengirimkan delegasi untuk menghadiri COP30 di Belém, Brasil. Ia juga menyebut Indonesia mendukung inisiatif dan kepemimpinan Brasil di COP30.

“Saya mendukung Brasil dalam kepemimpinan Brasil di COP30. Saya tadi minta maaf mungkin saya sulit menghadiri COP30 di Belém, Brasil. Tapi saya akan kirim delegasi yang kuat untuk hadir di situ, dengan keputusan kita untuk mendukung insiatif-inisiatif dari Brasil,” ujar Prabowo.

Apa Itu COP30?

COP adalah singkatan dari Conference of the Parties, bagian dari Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC). COP30 akan menjadi forum internasional untuk membahas langkah-langkah konkret dalam mengatasi krisis iklim, termasuk:

  • Transisi energi dari fosil ke energi terbarukan
  • Komitmen baru dalam Nationally Determined Contributions (NDCs)
  • Pendanaan iklim untuk negara berkembang

Pemilihan lokasi COP30 di Belém, ibu kota negara bagian Pará, menegaskan pentingnya hutan hujan Amazon dalam menjaga keseimbangan iklim global. Brasil ingin menempatkan isu keanekaragaman hayati, hak masyarakat adat, dan pembangunan berkelanjutan sebagai pusat negosiasi iklim.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan