
Peran Indonesia dalam Pasar Karbon Global
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa Indonesia siap menjadi pemimpin global dalam pengembangan pasar karbon yang berintegritas dan mendukung pertumbuhan ekonomi hijau. Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting untuk memastikan bahwa pasar karbon di Indonesia dibangun atas dasar kepercayaan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Raja Juli Antoni saat menghadiri High-Level Breakfast Roundtable at the Sustainable Business COP30 (SBCOP) di São Paulo, Brasil, pada 8 November. Dalam acara tersebut, ia menekankan komitmen pemerintah untuk membangun pasar karbon yang transparan, berbasis sains, dan bermanfaat bagi masyarakat lokal serta Masyarakat Adat.
Kolaborasi untuk Membangun Ekosistem Pasar Karbon
Acara SBCOP dihadiri oleh para pemimpin dunia usaha, investor, dan lembaga internasional. Dalam kesempatan ini, Kementerian Kehutanan dan Dewan Integritas Pasar Karbon Sukarela (Integrity Council for the Voluntary Carbon Market, ICVCM) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Tujuannya adalah untuk memperkuat kerja sama dalam mengembangkan ekosistem pasar karbon sukarela berintegritas tinggi.
Selain itu, kerja sama ini juga bertujuan agar pengembangan pasar karbon sejalan dengan standar global tertinggi. Politikus PSI ini menekankan bahwa hutan hujan tropis Indonesia tidak hanya berperan sebagai paru-paru dunia, tetapi juga menjadi pusat transisi menuju ekonomi karbon yang kredibel dan adil.
Landasan Hukum yang Kuat
Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional. Peraturan ini memperkuat landasan hukum bagi pengelolaan pasar karbon di Indonesia.
Dengan menyelaraskan diri dengan standar integritas global, Indonesia sedang membangun pondasi untuk ekosistem pasar karbon yang transparan dan berbasis sains. Hal ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi komunitas lokal dan Masyarakat Adat.
Apresiasi dari ICVCM
CEO ICVCM Amy Merrill menyampaikan apresiasinya terhadap langkah maju Indonesia dalam pasar karbon. Ia menyebutkan bahwa Indonesia telah mengambil langkah positif menuju pasar karbon dan pembiayaan dekarbonisasi.
Menurut Amy, kolaborasi antara pemerintah Indonesia dan ICVCM menjadi contoh harmonisasi antara kebijakan nasional dan standar global untuk mencapai dampak iklim yang nyata. Ia juga menyampaikan kepuasan ICVCM dalam mendukung Kementerian Kehutanan Indonesia dalam menyelaraskan kredit karbon kehutanan Indonesia dengan Prinsip Karbon Inti yang berintegritas tinggi.