Menteri Keuangan: Pertumbuhan Ekonomi 5,04% Tunjukkan APBN Dikelola Efisien

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 14x dilihat
Menteri Keuangan: Pertumbuhan Ekonomi 5,04% Tunjukkan APBN Dikelola Efisien


Jakarta — Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa realisasi pertumbuhan ekonomi triwulan III 2025 yang mencapai 5,04 persen menunjukkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dikelola secara efektif. Hal ini juga didukung oleh koordinasi yang erat antara pemerintah dengan otoritas moneter serta sektor keuangan.

Menurutnya, APBN memainkan peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan mendukung kinerja dunia usaha agar lebih berdaya saing, terutama di tingkat global. Dukungan fiskal juga diberikan melalui penempatan dana kas negara sebesar Rp200 triliun secara prudent untuk memastikan likuiditas ekonomi memadai. Selain itu, dukungan nonfiskal juga diberikan untuk debottlenecking guna meningkatkan realisasi investasi secara berkelanjutan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Secara keseluruhan, momentum pertumbuhan ekonomi memberikan dampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja sebesar 1,9 juta orang. Jumlah pengangguran turun sebanyak 4 ribu orang menjadi 7,46 juta dibandingkan Agustus 2024, sehingga tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun dari 4,91 persen di Agustus 2024 menjadi 4,85 persen pada Agustus 2025.

Dari sisi permintaan domestik, konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh sebesar 4,89 persen (yoy), yang dipengaruhi oleh meningkatnya mobilitas penduduk, pertumbuhan transaksi digital, serta dukungan kebijakan pemerintah. Sementara itu, konsumsi pemerintah tumbuh 5,49 persen dengan belanja barang dan belanja pegawai masing-masing tumbuh 19,3 persen dan 9,0 persen. Ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan menopang daya beli melalui percepatan serta optimalisasi belanja.

Di sisi lain, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 5,04 persen (yoy), didukung oleh keyakinan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi nasional serta komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang stabil dan mendukung ekspansi usaha.

Dari sisi perdagangan, ekspor barang dan jasa riil tumbuh signifikan sebesar 9,91 persen (yoy), menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan. Penguatan aktivitas industri domestik, peningkatan permintaan dari negara mitra dagang utama, serta kuatnya daya saing produk ekspor Indonesia menjadi faktor pendorong utama.

Kemudian, dari sisi produksi, sektor industri pengolahan tumbuh solid yang didukung oleh permintaan yang kuat. Impresifnya kinerja ini khususnya didorong oleh subsektor strategis berbasis hilirisasi.

Menteri Keuangan Purbaya menjelaskan, upaya menjaga daya beli dan mendukung kinerja dunia usaha terus dilakukan melalui optimalisasi belanja melalui program stimulus senilai Rp34,2 triliun dan 8 program akselerasi sebesar Rp15,7 triliun di triwulan IV 2025. Investasi dan ekspor bernilai tambah tinggi diperkuat melalui peran Danantara dalam mengungkit kontribusi swasta, serta debottlenecking dengan dibentuknya Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP).

Dengan perkembangan data terkini, ditambah upaya optimalisasi peran fiskal sebagai enabler aktivitas ekonomi dan kebijakan nonfiskal untuk iklim usaha yang lebih baik, pemerintah optimis ekonomi untuk keseluruhan tahun 2025 akan mencapai target sebesar 5,2 persen.

"Ke depan, pemerintah terus mendorong agar mesin pertumbuhan ekonomi berjalan lebih cepat. Kebijakan fiskal, sektor keuangan, dan iklim investasi yang sehat akan terus disinergikan untuk menciptakan pertumbuhan tinggi. Tidak hanya tinggi, namun juga stabil dan dapat menciptakan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan," kata Menkeu.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan