
Menteri Keuangan atau Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengunjungi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Kamis (9/10) pagi. Kunjungan ini dilakukan untuk berdialog dan mendengarkan masukan dari pasar, khususnya dari perusahaan tercatat atau emiten yang ada di BEI.
Purbaya menyampaikan bahwa dirinya diundang ke pusat bursa saham RI tersebut untuk menjalin komunikasi dengan pelaku pasar. Ia menyebutkan bahwa dalam diskusi tersebut, para investor mungkin meminta insentif tertentu.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Saya diundang ke sini untuk dialog, mendengarkan suara pasar (investor). Bisa macam-macam (obrolannya). Sepertinya mereka minta insentif,” ujar Purbaya sambil berkelakar di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (9/10).
Sebelumnya, Purbaya memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai Rp 36.000. Target ini disampaikannya setelah dilantik sebagai Menkeu baru menggantikan Sri Mulyani Indrawati pada awal bulan lalu (8/9).
Beberapa analis melihat proyeksi IHSG mencapai target Rp 36.000 memiliki potensi besar. Muhammad Wafi, Head of Research Korea Investment and Sekuritas Indonesia, menyatakan bahwa secara hitungan, IHSG berpotensi mencapai level Rp 36.000 pada tahun 2035.
Menurut Wafi, asumsi pertumbuhan earnings IHSG rata-rata 8-10% per tahun sesuai dengan target Presiden Prabowo Subianto, serta valuasi (P/E) yang bertahan normal, membuat IHSG bisa tumbuh tiga hingga empat kali lipat dalam sepuluh tahun.
“Dari level 8.000 sekarang, target Rp 36.000 di 2035 bukan mustahil,” kata Wafi ketika dihubungi aiotrade.app.co.id beberapa waktu lalu (22/9).
Wafi menambahkan bahwa untuk mencapai target tersebut, Indonesia memiliki tiga pekerjaan rumah, yaitu:
- Pertumbuhan ekonomi nasional harus konsisten lebih dari 5%
- Stabilitas politik dan makro dapat terjaga
- Sektor-sektor baru seperti digital, energi terbarukan, kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), dan hilirisasi dipandang mampu mendorong kapitalisasi pasar
Di sisi lain, Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, menyatakan bahwa proyeksi IHSG tembus Rp 36.000 sangat optimistis. Namun, menurut dia, target tersebut masih mungkin dicapai apabila tidak ada krisis global besar dalam 10 tahun ke depan.
Menurut Nafan, proyeksi IHSG perlu mempertimbangkan ketidakpastian global. Oleh karena itu, Mirae Asset Sekuritas memprediksi IHSG mampu menyentuh level 10.500 pada dekade mendatang.
“Syukur-syukur kalau dunia tidak menghadapi global crisis. Itu bisa jadi target 36.000 tercapai,” ujarnya.