Menteri Keuangan Purbaya: Coretax Dikerjakan Vendor Korea, Programer Hanya Lulusan SMA

admin.aiotrade 24 Okt 2025 2 menit 12x dilihat
Menteri Keuangan Purbaya: Coretax Dikerjakan Vendor Korea, Programer Hanya Lulusan SMA
Menteri Keuangan Purbaya: Coretax Dikerjakan Vendor Korea, Programer Hanya Lulusan SMA

Temuan Mengejutkan Mengenai Sistem Perpajakan Nasional Coretax

Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, mengungkapkan temuan mengejutkan terkait proyek sistem perpajakan nasional Coretax yang dikembangkan oleh konsorsium LG CNS- Qualysoft asal Korea Selatan. Berdasarkan pemeriksaan internal Kementerian Keuangan, timnya menemukan bahwa sebagian besar programmer dari vendor tersebut memiliki kompetensi setara lulusan SMA.

Menurut Purbaya, timnya melihat langsung source code dari Coretax dan mendapatkan komentar bahwa kualitasnya "programmer tingkat baru lulusan SMA". Ia menyebutkan bahwa ketika source code tersebut dilihat oleh orang dalam timnya, mereka merasa bahwa kualitasnya tidak memadai. "Begitu mereka dapat source-code-nya, dilihat sama orang saya, dia bilang, 'wah ini programmer tingkat baru lulusan SMA'," ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jumat, 24 Oktober 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ia juga menyatakan bahwa beberapa masalah kritis yang dilaporkan pengguna Coretax seperti tidak bisa login, timeout, blank screen, gagal upload bupot/e-faktur sebagian besar telah mulai diperbaiki. Namun, ia menegaskan bahwa perbaikan masih terkendala karena kontrak dengan vendor asing masih mengikat.

Empat Aspek Utama Evaluasi Sistem Coretax

Purbaya menjelaskan empat aspek utama hasil evaluasi sistem Coretax:

  • Penyelesaian problem teknis kritis yang sering dialami pengguna.
  • Perbaikan aplikasi, namun karena sistem telah dibangun selama empat tahun, perombakan penuh tidak bisa hanya dalam satu bulan.
  • Infrastruktur dan keamanan (security). Infrastrukturnya cukup, tinggal dimaksimalkan; sedangkan sistem keamanan dianggap "overkill, mahal dan ribet, tapi banyak obsolete".
  • Aspek non-teknis, termasuk ketergantungan terhadap vendor asing yang harus dikurangi, dan preferensi ke depannya untuk menjadi mandiri dengan software house dalam negeri.

Langkah Konkret untuk Perbaikan Sistem

Sebagai langkah konkret, Purbaya mengungkap bahwa sebagian pengelolaan Coretax yang selama ini dipegang oleh LG CNS-Qualysoft akan diserahkan ke tim internal atau vendor dalam negeri mulai awal tahun depan. Ia menargetkan bahwa "Januari, Februari udah selesai" perombakan sistem yang bersifat "P3K" tersebut.

Purbaya pun menegaskan bahwa pemerintah akan mengevaluasi dan kemungkinan memutus kontrak kerja sama dengan vendor tersebut. "Jadi ya memang Indonesia lah sering dikibulin asing …" tuturnya, yang kemudian menambahkan bahwa di bidang entertainment Korea boleh unggul (K-pop), tetapi di bidang sistem program berbeda.

Upaya Meningkatkan Kualitas Sistem Perpajakan

Menteri Keuangan menekankan bahwa pihaknya tidak akan menambah beban anggaran untuk perbaikan, namun akan memanfaatkan tim ahli IT dan "hacker" Indonesia agar sistem pajak ini bisa berjalan dengan baik. Purbaya berharap dengan adanya pembenahan ini, ke depan sistem perpajakan nasional dapat berjalan lebih andal, aman, dan dikelola secara mandiri oleh SDM dalam negeri tanpa tergantung pada vendor asing yang kualitasnya belum memenuhi standar.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan