Kondisi Ekonomi yang Dirasakan Masyarakat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pandangan bahwa indikator ekonomi yang paling terasa oleh masyarakat bukanlah angka pertumbuhan atau istilah teknis makroekonomi, melainkan kondisi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, pasar yang ramai, dagangan laku, dan kebutuhan pokok yang mudah dijangkau.
Bagi masyarakat awam, ukuran membaiknya ekonomi tidak terletak pada besaran pertumbuhan ekonomi nasional, melainkan pada kemudahan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Purbaya menuturkan bahwa selama belanja terasa lebih gampang dan gaji yang tidak naik pun masih cukup untuk kebutuhan dasar, maka masyarakat akan merasa puas dengan kondisi ekonomi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Kurang lebih belanja itu terasa gampang. Gaji enggak naik pun masih cukup untuk belanja,” ujar Purbaya dalam acara KompasTV Bisnis Economic Outlook 2026 bertema Nyalakan Mesin Pertumbuhan Baru di Menara Kompas, Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Menurutnya, masyarakat tidak terlalu mempersoalkan seberapa tinggi angka pertumbuhan ekonomi, selama aktivitas ekonomi kembali bergerak dan lapangan pekerjaan tersedia. Ia mencontohkan, ketika toko kembali ramai, pasar hidup, dan mencari pekerjaan terasa lebih mudah, maka optimisme publik terhadap kondisi ekonomi akan tumbuh dengan sendirinya.
Purbaya juga menyebut proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2026 di kisaran 5,4 persen sudah jauh lebih baik dibandingkan kondisi sebelumnya, terutama jika diiringi dengan perbaikan aktivitas perdagangan dan penyerapan tenaga kerja.
Indikator Pemulihan Ekonomi yang Terasa
Purbaya menekankan pentingnya kemudahan mencari pekerjaan serta meningkatnya aktivitas ekonomi sebagai indikator pemulihan yang paling dirasakan masyarakat. Menurutnya, tanda-tanda pergerakan ekonomi tersebut mulai terlihat pada kuartal terakhir tahun ini dan diperkirakan berlanjut, bahkan membaik, pada tahun depan.
Selain pertumbuhan dan lapangan kerja, stabilitas harga menjadi faktor krusial yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Dengan inflasi inti yang berada di kisaran 2,5 persen, harga kebutuhan pokok seperti beras, ayam, dan daging relatif terkendali, sehingga belanja rumah tangga terasa lebih ringan.
Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Persepsi Masyarakat
-
Kemudahan akses ke kebutuhan pokok
Harga kebutuhan pokok yang stabil membuat masyarakat merasa lebih aman secara finansial. Hal ini memengaruhi persepsi mereka terhadap kondisi ekonomi secara keseluruhan. -
Aktivitas perdagangan yang meningkat
Pasar yang kembali ramai dan dagangan yang laku menunjukkan adanya perbaikan dalam ekonomi riil. Ini memberikan rasa percaya diri kepada masyarakat bahwa ekonomi sedang pulih. -
Lapangan kerja yang tersedia
Tersedianya peluang kerja membuat masyarakat merasa lebih yakin tentang masa depan ekonomi. Jika banyak orang bisa mendapatkan pekerjaan, maka pengeluaran dan konsumsi akan meningkat. -
Stabilitas harga
Inflasi yang terkendali menjaga daya beli masyarakat. Jika harga barang kebutuhan pokok tetap rendah, maka masyarakat akan merasa lebih sejahtera meskipun gaji tidak mengalami kenaikan signifikan.