Menteri Keuangan Purbaya Jamin Utang Negara Tak Bebankan Generasi Muda

admin.aiotrade 17 Des 2025 2 menit 20x dilihat
Menteri Keuangan Purbaya Jamin Utang Negara Tak Bebankan Generasi Muda

Pemerintah Jaga Pengelolaan Utang Secara Hati-hati dan Berkelanjutan

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pengelolaan utang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dilakukan secara hati-hati dan berkelanjutan. Tujuannya adalah agar utang negara tidak membebani generasi muda di masa depan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Purbaya menjelaskan bahwa utang negara akan selalu diukur berdasarkan kemampuan dan kemauan membayar dari pihak yang melakukan utang, bukan hanya semata-mata dari besarnya nilai pinjaman. Hal ini menjadi salah satu prinsip utama dalam pengelolaan keuangan negara.

Selain itu, pemerintah juga akan menjaga indikator fiskal utama tetap berada di level aman. Menurutnya, rasio defisit anggaran dijaga di bawah 3 persen, sementara rasio utang di bawah 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Utang itu diukur dari kemampuan dan kemauan bayar. Rasio defisit kita dijaga di bawah 3 persen, utang di bawah 60 persen PDB. Kita jauh lebih disiplin dibanding banyak negara maju. Fiskal kita aman dan berkelanjutan," ujarnya dalam acara KompasTV Bisnis Economic Outlook 2026 dengan tema "Nyalakan Mesin Pertumbuhan Baru" di Menara Kompas pada Selasa (16/12/2025) malam.

Kebijakan Defisit Anggaran yang Terukur

Lebih lanjut, Bendahara Negara menjelaskan bahwa pemerintah menerapkan kebijakan defisit anggaran secara terukur, yakni di kisaran 2,6 hingga 2,8 persen. Hasil tersebut merupakan bagian dari kebijakan countercyclical untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

Dengan demikian, jika ekonomi melambat, pemerintah akan terus menggenjotnya, dan sebaliknya jika ekonomi tumbuh cepat, pemerintah akan mengeremnya.

Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Menteri Keuangan juga menjelaskan bahwa saat ini, target pertumbuhan ekonomi Indonesia terus digenjot di kisaran 5 hingga 6 persen. Tujuannya adalah agar Indonesia tidak berisiko terjebak dalam middle income trap.

Mantan Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini memetakan ada tiga tantangan utama yang perlu dihadapi Indonesia pada 2026, yakni:

  • Iklim investasi
  • Sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter
  • Dinamika ekonomi global

Menurut Purbaya, penempatan tantangan global di posisi ketiga bukan tanpa alasan. Ia menekankan bahwa sekitar 90 persen penggerak ekonomi Indonesia bersumber dari kekuatan domestik, sementara faktor global berada di luar kendali pemerintah.

Tantangan Global yang Tidak Bisa Dikendalikan

Ia menilai ketidakpastian global merupakan kondisi yang selalu hadir setiap tahun. Konflik geopolitik, ketegangan antarnegara, hingga guncangan ekonomi dunia tidak bisa dihindari maupun dikendalikan secara langsung oleh Indonesia.

Karena itu, terlalu fokus pada risiko global justru berpotensi menghambat langkah ekonomi domestik.

Purbaya menegaskan bahwa jika pemerintah terus-menerus diliputi kekhawatiran terhadap faktor eksternal, maka ruang untuk mendorong pertumbuhan akan semakin sempit. Oleh karena itu, pemerintah perlu fokus pada kebijakan dalam negeri yang dapat memberikan dampak nyata bagi perekonomian.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan