Menteri Keuangan Geram Karena Pegawai DJP Menagih Pajak di Jam 5.41 Pagi
Pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) membuat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa geram setelah menagih pajak kepada wajib pajak pada pukul 5.41 pagi. Tidak hanya itu, pegawai tersebut juga disebut mengancam akan mencabut status wajib pajak sebagai pengusaha kena pajak.
Kasus ini terungkap dari laporan warga yang masuk melalui kanal WhatsApp "Lapor Pak Purbaya" dengan nomor 082240406600. Awalnya, laporan tersebut dikategorikan sebagai dugaan premanisme, tetapi setelah ditelusuri ternyata melibatkan seorang account representative (AR) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Tigaraksa.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Ada aduan yang terbukti mengenai account representative di KPP Tigaraksa, tapi bukan tindakan premanisme,” ujar Purbaya. “Tindakan yang dilakukan adalah AR mengingatkan tunggakan pajak sebesar Rp 300 ribu pada pukul 5.41 pagi.”
Menurut Purbaya, alasan yang disampaikan oleh pegawai DJP adalah karena beban kerja tinggi dan takut lupa. Namun, ia menilai penjelasan tersebut tidak masuk akal. “Enggak masuk akal alasannya. Coba kasih sanksi sedikit ya, jangan cuma dilatih. Dihukum sedikit ya,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa tindakan AR tersebut tidak wajar dan menunjukkan stres kerja. “Dia ngejar Rp 300 ribu jam 5 pagi, agak aneh. Stres, mabuk kali malamnya dia,” ujar Purbaya.
Hingga 20 Oktober 2025 pukul 08.00 WIB, kanal pengaduan “Lapor Pak Purbaya” telah menerima 28.390 laporan. Dari jumlah itu, 14.025 laporan sudah diverifikasi. “Dari total laporan itu, ada 722 aduan, 393 masukan, 432 pertanyaan, dan 12.000 kategori lain-lain. Masih dalam proses verifikasi 14.365 laporan,” kata Purbaya.
Sebanyak 437 laporan sudah ditindaklanjuti, terdiri dari 239 terkait DJP dan 198 terkait Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Menurut Purbaya, tren pengaduan kini berubah. Jika sebelumnya banyak laporan tentang layanan DJBC, kini aduan terbanyak datang dari DJP.
Peneguran Ajudan yang Menghalangi Wartawan
Sebelumnya, Purbaya menjadi sorotan setelah menegur ajudannya yang minta wartawan mengakhiri wawancara. Sosok ajudan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, tiba-tiba muncul meminta wartawan mengakhiri wawancara doorstop.
Peristiwa itu terjadi setelah Purbaya melakukan rapat dengan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (23/10/2025). Dalam momen itu, ajudan Purbaya Yudhi Sadewa meminta agar wartawan menyudahi pertanyaan di tengah proses doorstop dengan Menkeu.
Ajudan pria berambut klimis tersebut awalnya berdiri di belakang Purbaya. Setelah Purbaya menjawab singkat terkait dengan pertanyaan wartawan yang bertanya perihal rencana penangkapan besar-besaran terhadap mafia yang merugikan negara, ajudan Menkeu langsung meminta wartawan mengakhiri wawancara.
“Cukup ya teman-teman,” kata ajudan Purbaya Yudhi Sadewa, dikutip Tribunnews dari tayangan YouTube Kompas TV. Seketika, Purbaya meminta ajudannya untuk tidak menghalangi wartawan yang ingin bertanya kepadanya.
Purbaya menegaskan kepada ajudannya para wartawan itu telah lama menunggu kehadirannya setelah rapat bersama Dirut Pertamina. “Belum, mereka nunggu lama, kasihan-kasihan. Lu ngapain nyuruh gue pulang,” ucap Purbaya diiringi tawa.
Sontak, teguran dari Purbaya itu membuat sang ajudan salah tingkah sembari tersenyum. Setelah itu, Purbaya melanjutkan sesi tanya jawab dengan para wartawan.
Momen Purbaya Yudhi Sadewa meminta ajudannya tidak menghalangi wartawan yang tengah mengajukan pertanyaan juga sempat terjadi saat dirinya hendak keluar dari gedung Kementerian Keuangan pada Selasa (21/10/2025). Saat itu, awak media masih mencecar Purbaya sejumlah pertanyaan, meski telah melakukan doorstop.
Namun, saat Purbaya ingin menjawab pertanyaan, salah satu ajudan berupaya untuk menjaga agar wartawan tak terlalu dekat. “Nanti lagi ya, awas kena pagar,” ujar ajudan Purbaya. “Jangan ngedorong kasihan,” kata Purbaya sambil meminta sang ajudan untuk membiarkan wartawan mendekat.