Menteri Komdigi: 80% BTS Aceh Sudah Pulih Pasca-Bencana

admin.aiotrade 22 Des 2025 3 menit 25x dilihat
Menteri Komdigi: 80% BTS Aceh Sudah Pulih Pasca-Bencana

Pemulihan Infrastruktur Telekomunikasi di Aceh Mencapai 80,63%

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaporkan bahwa pemulihan infrastruktur telekomunikasi menara Base Transceiver Station (BTS) di Provinsi Aceh telah mencapai tingkat sebesar 80,63%. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan kondisi pada Selasa (16/12), ketika tingkat pemulihan jaringan baru mencapai 45,58%.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menteri Komdigi Meutya Hafid menyampaikan bahwa dengan pemulihan ini, sebagian besar masyarakat terdampak kini kembali dapat terhubung dan berkomunikasi secara lebih lancar. Hal ini disampaikannya dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari siaran pers, pada Sabtu (20/12).

Dari total 23 kabupaten/kota terdampak di Aceh, sebanyak 20 kabupaten/kota telah mencatatkan tingkat pemulihan jaringan di atas 50%. Meski demikian, pemerintah tetap memprioritaskan wilayah yang tingkat pemulihannya relatif rendah.

Kebutuhan Tambahan Anggaran untuk Program BTS

Komdigi membutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp 12,6 triliun untuk program BTS hingga pusat data. Meutya menjelaskan bahwa pemulihan konektivitas diarahkan untuk menjamin kebutuhan dasar masyarakat, terutama di daerah yang masih mengalami keterbatasan akses komunikasi.

Dia meminta operator untuk fokus pada wilayah dengan tingkat pemulihan jaringan telekomunikasi di bawah 50%. Wilayah tersebut antara lain Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Bener Meriah, dan Kabupaten Gayo Lues. Konektivitas di wilayah-wilayah ini penting agar warga tidak merasa terisolasi.

Pembersihan gelondongan kayu di Aceh Tamiang (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/bar)

Meutya menegaskan bahwa konektivitas akan memperlancar koordinasi bantuan, layanan darurat, serta pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi secara bertahap.

Pemulihan Infrastruktur di Wilayah Lain

Selain Aceh, pemulihan infrastruktur telekomunikasi di wilayah lain yang terdampak bencana juga menunjukkan capaian tinggi. Di Sumatra Barat, pemulihan BTS telah mencapai 99,14%, sementara di Sumatra Utara mencapai 97,35% per Jumat (19/12).

Beberapa langkah yang dilakukan oleh pemerintah dan para operator telekomunikasi sangat penting dalam memastikan kelancaran komunikasi dan akses informasi bagi masyarakat terdampak. Dengan adanya pemulihan infrastruktur yang cukup signifikan, harapan besar dipegang bahwa masyarakat dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.

Prioritas Pemulihan di Wilayah Terpencil

Meskipun sebagian besar wilayah telah mencapai tingkat pemulihan yang memadai, pemerintah tetap memberikan prioritas pada wilayah-wilayah yang masih memiliki tingkat pemulihan rendah. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua masyarakat mendapatkan akses yang sama terhadap layanan komunikasi dan informasi.

Wilayah seperti Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Gayo Lues menjadi fokus utama karena masih memiliki tantangan dalam pemulihan infrastruktur. Pemulihan di wilayah ini tidak hanya membantu masyarakat dalam mengakses informasi, tetapi juga memperkuat koordinasi antar lembaga dalam memberikan bantuan darurat dan layanan kesehatan.

Peran Operator Telekomunikasi

Operator telekomunikasi memiliki peran penting dalam proses pemulihan infrastruktur. Mereka harus bekerja sama dengan pemerintah dan lembaga terkait untuk memastikan bahwa setiap wilayah mendapat perhatian yang sesuai. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan pemulihan infrastruktur dapat selesai dalam waktu yang lebih singkat dan efisien.

Selain itu, diperlukan juga dukungan finansial yang cukup agar proses pemulihan dapat berjalan dengan lancar. Anggaran yang diperlukan tidak hanya digunakan untuk membangun ulang infrastruktur, tetapi juga untuk memastikan keberlanjutan layanan komunikasi di masa depan.

Kesimpulan

Pemulihan infrastruktur telekomunikasi di Aceh dan wilayah lainnya merupakan langkah penting dalam memulihkan kehidupan masyarakat pasca-bencana. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, operator, dan masyarakat, diharapkan pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Dengan adanya akses komunikasi yang baik, masyarakat dapat lebih mudah dalam mengakses informasi, layanan darurat, dan bantuan yang diperlukan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan