
Kerja Sama Menkop dan Kemenag untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono bersama Menteri Agama (Menag) Prof Dr H Nasaruddin Umar menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama dalam pemberdayaan ekonomi umat di Indonesia melalui pembentukan dan pengembangan koperasi. Kerja sama ini dilakukan dalam rangka Rakernas Kemenag 2025 yang berlangsung di Tangerang, Banten, pada Selasa 16 Desember 2025.
Menkop menyampaikan bahwa tujuan utama dari MoU ini adalah untuk mendorong pengembangan koperasi di lingkungan pondok pesantren dan masjid. "Kita akan melakukan inkubasi, pendampingan usaha, hingga akses pembiayaan melalui LPDB Koperasi," ujarnya. Ia menekankan bahwa koperasi bisa menjadi alat penting untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Menkop, saat ini sudah banyak ponpes yang memiliki koperasi sendiri, bahkan beberapa di antaranya telah mencapai omzet triliunan rupiah. "Di berbagai daerah, banyak pesantren berhasil mengembangkan koperasi untuk memenuhi kebutuhan internal, menopang kemandirian lembaga, serta mendukung kegiatan ekonomi masyarakat sekitar," katanya.
Dalam praktiknya, banyak pesantren yang berperan sebagai kakak asuh bagi koperasi dan usaha di lingkungannya. Hal ini memberikan dampak ekonomi yang nyata. Menkop memberikan contoh Koperasi Al Ittifaq di Kabupaten Bandung, yang menjalin kemitraan dengan pesantren, petani, dan koperasi lain mulai dari perencanaan produksi, budidaya pertanian dan peternakan, hingga pengolahan hasil.
Koperasi kemudian bertindak sebagai konsolidator dan offtaker yang menyerap produk, mengelola pengemasan, serta memasarkan melalui jaringan pasar yang telah dibangun. "Pola ini memberikan kepastian serapan, meningkatkan nilai tambah produk, dan menjaga keberlanjutan usaha," ujar Menkop.
Lebih dari itu, Menkop juga mengajak Kemenag untuk membangun dan mengembangkan koperasi di lingkungan masjid-masjid di seluruh Indonesia. "Saya meyakini, Kopontren dan koperasi masjid bisa menjadi motor penggerak ekonomi di wilayahnya," ucapnya.
Menkop menambahkan bahwa MoU ini menjadi dasar kerja sama dalam mensinergikan kebijakan pemberdayaan ekonomi umat melalui koperasi. Hal ini juga bertujuan untuk mendorong pembentukan dan pengembangan koperasi di lingkungan rumah ibadah, madrasah, satuan pendidikan keagamaan, pesantren, dan perguruan tinggi keagamaan.
Selain itu, kerja sama ini mencakup beberapa aspek penting seperti pemanfaatan data dan informasi, peningkatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia, pengembangan usaha koperasi, serta digitalisasi layanan koperasi.
Peran Kemenag dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat
Dalam kesempatan yang sama, Menag menekankan pentingnya program pemberdayaan ekonomi umat melalui pendidikan vokasi dan koperasi. "Ke depan, kita harus mempersiapkan umat yang memiliki talenta untuk masa depan mereka. Semua harus diajarkan di Ponpes untuk membangun multi talenta kaum muda tersebut," ujarnya.
Menag menilai bahwa pendidikan vokasi dan koperasi merupakan dua aspek penting yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup umat. Dengan adanya kerja sama antara Kemenag dan Menkop, diharapkan akan tercipta sinergi yang kuat dalam membangun ekonomi umat secara berkelanjutan.
Strategi Pengembangan Koperasi di Lingkungan Pesantren dan Masjid
Beberapa strategi telah dirancang untuk memperkuat peran koperasi di lingkungan pesantren dan masjid. Antara lain:
- Pelatihan dan pendampingan usaha kepada pengelola koperasi
- Peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan dan workshop
- Penguatan infrastruktur koperasi, termasuk sistem digitalisasi layanan
- Pemetaan potensi lokal untuk mengoptimalkan produksi dan pemasaran
Strategi-strategi ini diharapkan dapat mempercepat proses pemberdayaan ekonomi umat, khususnya di wilayah-wilayah yang masih belum berkembang secara ekonomi.