Menteri Koperasi: Ratusan Koperasi Merah Putih Siap Beroperasi, Desa Jadi Pelaku Ekonomi

admin.aiotrade 09 Des 2025 3 menit 15x dilihat
Menteri Koperasi: Ratusan Koperasi Merah Putih Siap Beroperasi, Desa Jadi Pelaku Ekonomi
Menteri Koperasi: Ratusan Koperasi Merah Putih Siap Beroperasi, Desa Jadi Pelaku Ekonomi

Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Terus Berkembang

Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih terus menunjukkan perkembangan signifikan, menjelang akhir tahun 2025. Hingga pekan kedua Desember, telah tercatat sekitar 36 ribu titik tanah di berbagai daerah yang siap digarap menjadi koperasi baru. Angka ini menunjukkan antusiasme besar dari pemerintah maupun masyarakat dalam mendukung program unggulan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Ferry Juliantono, menyampaikan hal tersebut saat hadir di Banyuwangi, Jawa Timur, pada Selasa (9/12). Ia meresmikan Koperasi Kelurahan Merah Putih Tukangkayu yang berada di kawasan perkotaan Banyuwangi. Dalam sambutannya, Ferry menekankan bahwa koperasi bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol gerakan ekonomi rakyat yang diharapkan mampu mengubah wajah desa dan kelurahan menjadi pusat kegiatan ekonomi yang mandiri.

AioTrade Autopilot
πŸ”₯ SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Program Kopdes Merah Putih pertama kali diluncurkan oleh Presiden Prabowo pada Juli lalu. Saat itu, lebih dari 80 ribu koperasi diresmikan secara serentak di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dan disaksikan secara virtual oleh seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Peluncuran masif ini menjadi tonggak sejarah baru dalam gerakan koperasi nasional.

Menurut Ferry, selain 36 ribu titik yang siap dibangun, saat ini ada sekitar 28 ribu titik lain yang sedang dalam proses pembangunan. Pemerintah menargetkan seluruh koperasi tersebut rampung dan mulai beroperasi pada Maret hingga April 2026. Target ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo yang ingin koperasi hadir nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar wacana.

Ferry menambahkan bahwa koperasi yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai tempat membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi wadah bagi produk UMKM lokal. Hasil pertanian, kerajinan tangan, hingga produk olahan desa bisa ditampung dan dipasarkan melalui koperasi. Dengan begitu, masyarakat desa tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, melainkan pelaku utama yang menggerakkan roda ekonomi.

Ia menegaskan bahwa akses permodalan juga akan lebih mudah melalui koperasi. Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang ingin menjadikan koperasi sebagai instrumen penting dalam memperkuat ekonomi rakyat. Ferry menyebut dukungan penuh dari Presiden sebagai faktor kunci yang membuat program ini berjalan cepat. β€œKita beruntung punya Presiden yang tegas dan jelas membela Kopdes Merah Putih, karena ini banyak membawa hikmah,” ujarnya di hadapan masyarakat Banyuwangi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, Guntur Priambodo, turut memberikan apresiasi atas kehadiran Menteri Koperasi. Ia menilai bahwa keberadaan Kopdes Merah Putih di Banyuwangi menjadi bukti nyata bahwa pemerintah pusat serius memperkuat gerakan koperasi. Menurutnya, koperasi ini akan menjadi pelayan masyarakat yang menghadirkan kebutuhan pokok lebih dekat dan lebih murah.

Koperasi Kelurahan Merah Putih Tukangkayu sendiri disebut sebagai salah satu percontohan nasional. Berlokasi di pusat kota Banyuwangi, koperasi ini menyediakan layanan simpan pinjam serta menjual kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga eceran tertinggi (HET). Produk seperti beras, gula, dan elpiji 3 kilogram dijual dengan harga terjangkau berkat kerja sama dengan Bulog dan Pertamina.

Dengan model seperti ini, pemerintah berharap koperasi di seluruh Indonesia dapat meniru pola yang sama. Koperasi tidak hanya membantu masyarakat dari sisi konsumsi, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM desa untuk berkembang. Program Kopdes Merah Putih diyakini akan memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat sekaligus memperluas kesempatan kerja dan usaha.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan