Menteri LH Sebut Bentang Alam Aceh Timur Alami Kerusakan Parah

admin.aiotrade 15 Des 2025 3 menit 16x dilihat
Menteri LH Sebut Bentang Alam Aceh Timur Alami Kerusakan Parah


Kementerian Lingkungan Hidup, yang dipimpin oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan adanya penurunan signifikan pada kondisi bentang alam di Aceh Timur. Menurutnya, banjir bandang yang terjadi di wilayah tersebut bukan hanya sekadar peristiwa alam, tetapi juga hasil dari tekanan berat terhadap daya dukung lingkungan akibat aktivitas ilegal.

Kawasan hulu yang seharusnya menjadi penyangga ekosistem justru terbuka dan tidak terlindungi. Alur sungai pun melebar secara tidak wajar, sementara jejak longsoran tanah menunjukkan bahwa bencana ini langsung mengancam pemukiman penduduk.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup menemukan indikasi kuat adanya penyerobotan kawasan hutan dan lahan untuk kegiatan perkebunan sawit serta tambang ilegal. Aktivitas ini bahkan ditemui di area lereng bukit dengan kemiringan ekstrem di atas 45 derajat. Hal ini menimbulkan risiko besar bagi lingkungan dan masyarakat setempat.

“Pengelolaan lahan di kawasan dengan kemiringan ekstrem sangat berbahaya dan bertentangan dengan prinsip perlindungan lingkungan hidup,” ujar Hanif usai melakukan peninjauan udara ke pesisir Timur Aceh, termasuk wilayah Tusam, Lhokseumawe, Langsa, dan Aceh Tamiang pada Minggu (14/12), seperti dikutip dalam keterangan resmi pada Senin (15/12).

Praktik ilegal semacam itu dapat mengurangi fungsi hutan sebagai pengendali tata air alami dan meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Dengan demikian, dampak lingkungan yang terjadi tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga membahayakan keselamatan penduduk.

Menindaklanjuti temuan lapangan, Kementerian Lingkungan Hidup segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kerusakan hutan dan lahan di wilayah terdampak. Evaluasi ini mencakup penilaian kondisi hutan, daerah aliran sungai (DAS), serta perubahan tata guna lahan yang terbukti berkontribusi terhadap meningkatnya risiko bencana.

Beberapa korporasi yang diduga kuat berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan akan ditindak tegas melalui upaya paksa penegakan hukum. Pemerintah menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi pelanggaran yang merusak lingkungan dan membahayakan rakyat.

“Siapa pun yang terbukti melanggar, akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Hanif.

Penyebab Utama Kerusakan Lingkungan di Aceh Timur

  • Aktivitas Ilegal
  • Penambangan ilegal di kawasan hutan dan lahan.
  • Perkebunan sawit yang dibangun di area yang seharusnya dilindungi.

  • Perubahan Tata Guna Lahan

  • Pembukaan kawasan hulu yang tidak terkontrol.
  • Penggunaan lahan di area dengan kemiringan ekstrem, yang berisiko tinggi terhadap longsor dan banjir.

  • Kerusakan Ekosistem

  • Hilangnya fungsi hutan sebagai pengendali tata air alami.
  • Meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Upaya Penanggulangan yang Dilakukan

  • Evaluasi Lingkungan
  • Kementerian Lingkungan Hidup melakukan penilaian kondisi hutan dan daerah aliran sungai (DAS) di wilayah terdampak.

  • Penegakan Hukum

  • Korporasi yang terlibat dalam aktivitas ilegal akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

  • Peningkatan Kesadaran Masyarakat

  • Edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang merusak ekosistem.


Dalam rangka mengatasi masalah lingkungan di Aceh Timur, Kementerian Lingkungan Hidup berkomitmen untuk terus memantau kondisi lingkungan dan memberikan solusi yang berkelanjutan. Dengan langkah-langkah yang telah diambil, diharapkan dapat mengurangi risiko bencana dan menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah tersebut.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan