Menteri Maman Tekankan Manfaat Asuransi bagi UMKM

admin.aiotrade 18 Okt 2025 2 menit 14x dilihat
Menteri Maman Tekankan Manfaat Asuransi bagi UMKM


Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Maman Abdurrahman, menekankan pentingnya asuransi bagi pelaku UMKM. Ia menyatakan bahwa UMKM, khususnya yang berukuran mikro, rentan terhadap berbagai guncangan ekonomi dan bencana alam. Dengan adanya asuransi, para pelaku usaha bisa memiliki perlindungan yang memadai untuk menghadapi risiko tersebut.

Menurut data yang diungkapkan oleh Maman, hanya sekitar 2,96 persen dari UMKM yang telah memiliki asuransi kebencanaan. Sementara itu, sebanyak 53 persen dari UMKM tidak melakukan persiapan sama sekali dalam menghadapi potensi bencana. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran dan literasi tentang asuransi masih sangat rendah di kalangan pelaku UMKM.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Maman menegaskan bahwa asuransi bukan hanya sebagai bentuk perlindungan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mitigasi risiko ekonomi serta jaminan keberlanjutan usaha. Ia menyoroti peran asuransi dalam membantu pengusaha UMKM bangkit dan melanjutkan aktivitas bisnis mereka, meskipun menghadapi ketidakpastian global dan ancaman perubahan iklim.

“Asuransi menjadi instrumen penting dalam mitigasi risiko dan penopang keberlanjutan usaha,” ujar Maman melalui keterangan tertulis saat menghadiri acara Literasi Asuransi untuk Negeri yang diselenggarakan oleh Dewan Asuransi Indonesia bersama seluruh asosiasi perusahaan asuransi di Nusa Dua, Badung, Bali, pada hari Sabtu (18/10).

Menurutnya, masalah rendahnya literasi asuransi bukan hanya terkait dengan pengetahuan, tetapi juga berdampak langsung terhadap ketahanan usaha. Untuk itu, Maman menekankan pentingnya kolaborasi lebih intensif antara asosiasi perusahaan asuransi dan pihak-pihak terkait lainnya agar dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan manfaat asuransi.

Selain itu, Maman juga menyampaikan bahwa asuransi berperan strategis dalam mendukung pembiayaan produktif pemerintah, seperti program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Melalui perlindungan asuransi, penyaluran kredit dan akses pembiayaan bagi pengusaha UMKM diharapkan dapat terus meningkat.

Hingga 17 Oktober 2025, penyaluran KUR mencapai Rp 217,1 triliun dan telah diberikan kepada 3.691.209 pengusaha UMKM. Dari jumlah tersebut, sebanyak 60,6 persen atau senilai Rp 129 triliun dialokasikan untuk sektor produksi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan multiplier effect terhadap perekonomian nasional.

Maman menilai bahwa jika penyaluran pembiayaan di sektor produksi terus ditingkatkan, maka semakin banyak manfaat ekonomi yang dapat dirasakan secara luas. Selain itu, sinergi dan kolaborasi antara berbagai pihak diharapkan mampu meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM.

“Hal ini pada akhirnya akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan UMKM dan pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan,” tambah Maman.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan