Menteri: Minimarket Jadi Penyedia Koperasi Desa Merah Putih

Menteri Perdagangan Budi Santoso Menjelaskan Potensi Kolaborasi Koperasi Desa dengan Ritel Modern

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memberikan tanggapan terkait potensi penyetopan ekspansi gerai ritel modern di desa ketika Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih mulai beroperasi. Menurutnya, Kopdes Merah Putih memiliki peluang besar untuk berkolaborasi dengan jaringan minimarket, ritel modern, dan distributor sebagai pemasok produk.

Budi menjelaskan bahwa tujuan Kopdes Merah Putih adalah untuk memberdayakan ekonomi lokal dengan menghadirkan distribusi yang lebih dekat kepada konsumen di desa. Karena itu, pola kerja sama dengan distributor maupun ritel modern dan minimarket bukan hal baru karena toko kelontong selama ini banyak disuplai oleh ritel modern dan distributor.

"Ini kesempatan bagus untuk saling kolaborasi dengan minimarket, dengan distributor, untuk menyalurkan produknya melalui koperasi desa," ujar Budi.

Kopdes Merah Putih Disebut Lebih Unggul

Budi menyatakan bahwa Kopdes Merah Putih memiliki keunggulan dibanding minimarket biasa. Alasannya, sebagai minimarket dengan variasi produk lebih beragam, Kopdes Merah Putih juga menjual kebutuhan pertanian seperti pupuk dan obat-obatan, serta dapat berperan sebagai apotek, klinik, hingga eksportir produk unggulan desa.

Sementara sesuai peraturan, perizinan ritel modern berada di bawah kewenangan pemerintah daerah melalui rencana tata ruang wilayah (RTRW).

"Saya pikir pemerintah daerah akan bijak dalam mengembangkan koperasinya untuk kemakmuran desa tersebut karena koperasi desa kan milik desa," ucap dia.

Kemendag Fasilitasi Kopdes Merah Putih Bisa Ekspor

Budi mengungkapkan bahwa pemerintah akan memberikan pelatihan kewirausahaan bagi pegawai dan anggota Kopdes Merah Putih, termasuk pelatihan khusus agar mampu memenuhi standar ekspor.

"Kami ingin yang ekspor itu tidak hanya dari kota, tetapi sampai desa bisa ekspor. Sehingga yang bisa ekspor tidak hanya perusahaan besar, tetapi UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) dan Koperasi Desa Merah Putih juga harus bisa ekspor," tuturnya.

Dia memastikan Kemendag akan memfasilitasi Kopdes Merah Putih melalui dukungan perwakilan dagang Indonesia di luar negeri, termasuk program business matching, sehingga jaringan pemasaran ekspor semakin luas.

Kemendag Juga Akan Ekspansi Perjanjian Dagang Internasional

Budi mengatakan bahwa strategi penguatan ekspor tidak hanya dilakukan melalui fasilitasi koperasi desa, tetapi juga perluasan perjanjian dagang internasional.

"Kita ingin ekspor kita naik. Caranya bagaimana? Salah satunya adalah dengan banyak perjanjian dagang yang bisa membuka akses pasar kita di luar negeri," ucapnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan