
aiotrade, JAKARTA - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyatakan bahwa pihaknya siap mempersiapkan sebanyak 500.000 Pekerja Migran Indonesia pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan target Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan kompeten.
Dalam rangka merealisasikan target tersebut, Kementerian P2MI sedang melakukan berbagai persiapan intensif. Mulai dari peningkatan kapasitas dan pelatihan SDM hingga pemetaan kebutuhan pekerja migran di berbagai negara tujuan. Dalam acara media gathering Kementerian P2MI dengan pimpinan redaksi media nasional di Jakarta, Selasa 16 Desember 2025, Menteri Mukhtarudin menjelaskan bahwa program ini merupakan prioritas utama.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kita akan menjalankan program quick win dari Bapak Presiden, yaitu tentang penyiapan 500.000 pekerja migran baik dari segi fokusnya, penyiapan SDM-nya maupun penempatannya," ujar Menteri Mukhtarudin.
Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dan kemitraan strategis sebagai kunci keberhasilan. "Kita akan bekerja sama dengan seluruh stakeholders, instrumen-instrumen negara, lembaga, instansi pemerintah di tingkat pusat maupun daerah, serta berkaitan juga dengan program-program kementerian," tambahnya.
Salah satu inisiatif konkret yang sedang digencarkan adalah pemanfaatan sekolah rakyat sebagai wadah peningkatan kualitas SDM calon pekerja migran. Melalui pendekatan ini, pemerintah dapat menyediakan edukasi, vokasi, dan pendidikan yang sesuai dengan tuntutan pasar kerja global.
"Ini harus kita lakukan karena ini program quick win dan core program yang diumumkan langsung oleh Bapak Presiden sehingga menjadi prioritas," jelas Menteri Mukhtarudin.
Selain itu, KemenP2MI akan memperkuat aspek perlindungan dan pemberdayaan Pekerja Migran melalui sinergi dengan kementerian lain, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, serta perguruan tinggi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil tidak hanya meningkatkan jumlah pekerja migran terampil, tetapi juga memberikan perlindungan yang maksimal sejak pra-penempatan hingga pasca-kepulangan.
"Kita akan fokus pada penyiapan SDM, kemudian juga dalam konteks perlindungan dan pemberdayaannya. Semua akan dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan," pungkas Menteri P2MI Mukhtarudin.
Program ini diharapkan dapat mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan dengan memastikan bahwa para pekerja migran memiliki kualitas yang memadai dan perlindungan yang cukup. Dengan demikian, Indonesia dapat lebih siap menghadapi tantangan global dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.