Menteri P2MI Siapkan 500.000 Tenaga Kerja Migran Indonesia Tahun 2026

admin.aiotrade 17 Des 2025 2 menit 18x dilihat
Menteri P2MI Siapkan 500.000 Tenaga Kerja Migran Indonesia Tahun 2026


Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengungkapkan bahwa pihaknya siap mempersiapkan sebanyak 500.000 Pekerja Migran Indonesia pada tahun 2026. Pernyataan ini disampaikan oleh Mukhtarudin saat bertemu dengan pimpinan redaksi media nasional di Jakarta, Selasa 16 Desember 2025.

Langkah yang diambil oleh KemenP2MI ini sejalan dengan target Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang terampil dan kompeten. Untuk mewujudkan target tersebut, KemenP2MI sedang melakukan berbagai persiapan intensif, mulai dari peningkatan kapasitas dan pelatihan SDM hingga pemetaan kebutuhan pekerja migran di berbagai negara tujuan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan


"Kita akan menjalankan program quick win dari Bapak Presiden, yaitu penyiapan 500.000 pekerja migran. Hal ini melibatkan fokus pada penyiapan SDM serta penempatan mereka," ujar Mukhtarudin.

Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dan kemitraan strategis sebagai kunci keberhasilan program ini. "Kita akan bekerja sama dengan seluruh stakeholders, instrumen negara, lembaga, instansi pemerintah di tingkat pusat maupun daerah, serta berkaitan juga dengan program-program kementerian," tambah Menteri Mukhtarudin.


Salah satu inisiatif yang sedang digencarkan adalah pemanfaatan sekolah rakyat sebagai wadah untuk meningkatkan kualitas SDM calon pekerja migran. Melalui pendekatan ini, pemerintah dapat menyediakan edukasi, vokasi, dan pendidikan yang sesuai dengan tuntutan pasar kerja global.

"Ini harus kita lakukan karena ini merupakan program quick win dan core program yang diumumkan langsung oleh Bapak Presiden, sehingga menjadi prioritas utama," ujar Menteri Mukhtarudin.

Ke depan, KemenP2MI akan memperkuat aspek perlindungan dan pemberdayaan Pekerja Migran melalui sinergi dengan kementerian lain, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, serta perguruan tinggi.

"Ini yang harus kita fokuskan ke depan, baik dalam konteks penyiapan SDM, maupun dalam konteks perlindungan dan pemberdayaannya. Semua akan dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan," pungkas Mukhtarudin.

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah pekerja migran terampil, tetapi juga memastikan perlindungan mereka sejak pra-penempatan hingga pasca-kepulangan. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan