Menteri Pangan Targetkan Bantargebang Bebas Sampah dalam Dua Tahun

admin.aiotrade 16 Des 2025 2 menit 42x dilihat
Menteri Pangan Targetkan Bantargebang Bebas Sampah dalam Dua Tahun

Target Penghapusan Sampah di Bantargebang

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan rencana ambisius untuk menghilangkan sampah yang berada di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat dalam waktu dua tahun ke depan. Rencana ini akan diwujudkan melalui program pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy (WTE).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Insya Allah, dua tahun lagi Bantargebang tidak ada. Bandung, yang di mana-mana itu, dua tahun lagi (tidak ada)," ujar Zulhas saat berbicara di Jakarta, Selasa (16/12). Program ini merupakan bagian dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Teknologi Ramah Lingkungan.

Proses dan Tantangan

Menurut Zulhas, selama sebelas tahun terakhir hanya ada tiga proyek WTE yang berjalan. Hal ini disebabkan oleh kompleksitas proses perizinan. Namun, dengan adanya Perpres baru, pemerintah telah memangkas berbagai prosedur yang panjang, sehingga lebih menarik minat investor di sektor pengolahan sampah menjadi energi.

Aturan baru ini juga memudahkan alur perizinan karena lebih ringkas. Pemerintah daerah hanya perlu menyiapkan lahan, kemudian perizinan diajukan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Setelah itu, Danantara Indonesia akan menentukan teknologi mana yang cocok, hingga akhirnya melakukan kesepakatan dengan PLN.

Tujuan dan Rencana Jangka Panjang

Zulhas mengungkap bahwa terdapat tujuh proyek WTE yang telah selesai dibahas pemerintah. Ia juga menargetkan dalam dua tahun ke depan akan ada 34 proyek WTE yang dirampungkan.

"Kami sudah (selesai membahas) tujuh, besok kita akan rapat. Kita akan selesaikan mungkin sampai 20 (proyek). Target 34 proyek dalam dua tahun, sampai pelaksanaannya, sampai jadi," kata Zulhas.

Solusi Darurat Sampah

Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyatakan bahwa proyek waste to energy dianggap efektif untuk mengatasi masalah darurat sampah yang melanda Indonesia sekaligus menghasilkan listrik terbarukan.

Sampah-sampah rumah tangga nantinya akan dihimpun oleh pemerintah daerah atau pemda untuk disalurkan ke tempat pembuangan akhir atau TPA khusus. Setelah itu, fasilitas insinetor akan membakar sampah dengan kapasitas minimal 1.000 ton per hari. Proses pembakaran ini kemudian menghasilkan energi panas yang dikonversi menjadi tenaga listrik.

Tenaga listrik itu kemudian akan dibeli oleh PT PLN yang berada di bawah holding Danantara untuk menyalurkan listrik ke rumah-rumah masyarakat. Menurut dia, teknologi ini telah digunakan oleh sejumlah negara jiran, salah satunya Singapura yang memiliki lima insinerator.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan