
Peluncuran Buku "Wisata Rasa di Bumi Pasundan" di Bandung
Pada hari Minggu, 19 Oktober 2025, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meluncurkan buku berjudul “Wisata Rasa di Bumi Pasundan” di Bandung. Buku ini menjadi panduan perjalanan gastronomi yang mencakup berbagai kelezatan kuliner khas Jawa Barat, mulai dari nasi tutug oncom hingga karedok dan burayot. Dengan isi yang kaya akan informasi, buku ini dirancang untuk memberikan pengalaman wisata kuliner yang autentik dan penuh karakter lokal.
Menpar Widiyanti menjelaskan bahwa buku ini dibuat dengan tujuan membantu pelaku wisata, komunitas, serta masyarakat dalam menyajikan pengalaman kuliner yang sesuai dengan identitas budaya setempat. “Setiap hidangan memiliki cerita yang mengangkat identitas budaya kita,” ujarnya saat memperkenalkan buku tersebut. Ia menekankan bahwa setiap resep dan masakan yang tercantum dalam buku ini tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga representasi dari sejarah dan tradisi yang telah lama berkembang di wilayah tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kolaborasi Lintas Sektor dalam Penyusunan Buku
Proses penyusunan buku ini melibatkan kolaborasi antar berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, akademisi, komunitas, serta pelaku industri pariwisata. Hal ini sejalan dengan program quality tourism yang dicanangkan oleh Kementerian Pariwisata. Dengan pendekatan ini, diharapkan buku ini dapat menjadi salah satu wadah yang memperkuat kerja sama antara berbagai pihak dalam mempromosikan wisata kuliner Indonesia.
Selain itu, konsep from farm to table yang diterapkan dalam buku ini tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan cita rasa Indonesia, tetapi juga berdampak positif pada ekonomi lokal. Pendekatan ini membantu meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan memastikan bahwa hasil pertanian dapat langsung tersedia di meja makan para wisatawan. Dengan demikian, hal ini juga berkontribusi pada pembukaan lapangan kerja di berbagai sektor, terutama di daerah-daerah yang kaya akan sumber daya alam dan budaya.
Peringkat Indonesia dalam Dunia Kuliner
TasteAtlas, sebuah platform global yang mengklasifikasikan destinasi kuliner terbaik di dunia, menempatkan Indonesia di posisi ke-7 secara global dan pertama di Asia Tenggara dalam daftar kuliner terbaik. Bandung sendiri masuk dalam daftar 100 Best Food Cities. Melalui buku ini, diharapkan lebih banyak wisatawan, baik lokal maupun internasional, dapat menikmati kekayaan rasa dan cerita di balik kuliner nusantara.
Buku “Wisata Rasa di Bumi Pasundan” tidak hanya menjadi referensi bagi para pecinta kuliner, tetapi juga menjadi sarana promosi pariwisata yang efektif. Dengan menggabungkan narasi budaya, sejarah, dan inovasi dalam penyajian makanan, buku ini mampu membangkitkan minat wisatawan untuk menjelajahi kota-kota yang kaya akan warisan kuliner.
Kesimpulan
Peluncuran buku ini menjadi langkah penting dalam memperkuat citra pariwisata Indonesia, khususnya di kawasan Jawa Barat. Dengan adanya buku ini, diharapkan masyarakat dan pelaku usaha dapat lebih memahami nilai-nilai budaya yang terkandung dalam setiap hidangan. Selain itu, buku ini juga menjadi ajang promosi yang kuat untuk memperkenalkan potensi pariwisata kuliner Indonesia kepada dunia internasional.