
Perluasan Pabrik PT Citra Terus Makmur Dukung Kekuatan Industri Tekstil Nasional
Kementerian Perindustrian menyambut baik langkah ekspansi yang dilakukan oleh PT Citra Terus Makmur. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai aksi ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat struktur dan rantai pasok industri tekstil nasional.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Peresmian perluasan pabrik PT Citra Terus Makmur di Sumedang berlangsung pada Selasa (11/11/2025). Dalam kesempatan tersebut, Agus menyampaikan apresiasi kepada perusahaan atas inisiatif ekspansi ini. "Upaya perluasan yang dilakukan tidak hanya menambah kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat struktur dan rantai pasok industri tekstil nasional," ujarnya melalui siaran pers.
Ekspansi pabrik ini melibatkan investasi sekitar Rp 500 miliar. Dengan kapasitas baru yang dimiliki, PT Citra Terus Makmur tidak hanya memperluas pasar domestik, tetapi juga berpotensi memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam rantai pasok tekstil global.
Agus mengatakan bahwa ekspansi ini menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan sektor tekstil dan produk tekstil (TPT). Industri TPT selama ini menjadi salah satu kontributor utama terhadap perekonomian dan penyerapan tenaga kerja nasional.
Langkah ekspansi ini juga menunjukkan masih kuatnya kepercayaan investor terhadap industri TPT nasional. "Kami berharap langkah PT Citra Terus Makmur dapat menginspirasi pelaku industri lainnya untuk terus berinovasi dan memperluas kapasitas produksinya," tambah Agus.
Pertumbuhan dan Stabilitas Industri TPT
Meskipun sektor TPT menghadapi sejumlah tantangan global, kinerja industri ini tetap menunjukkan ketahanan. Pada triwulan III-2025, industri tekstil dan pakaian jadi tercatat masih tumbuh 0,93%. Sementara itu, kinerja ekspor stabil di angka US$ 8,07 miliar, dengan surplus perdagangan US$ 2,5 miliar.
Sub sektor TPT masih menarik minat investor. Setelah sempat menurun pada tahun 2023, nilai investasi melonjak menjadi Rp 21,44 triliun pada 2024, dan hingga September 2025 sudah terealisasi senilai Rp 13,85 triliun.
Industri TPT juga tetap menjadi penyerap tenaga kerja utama, dengan 3,76 juta orang bekerja di sektor TPT, atau 19,18% dari total tenaga kerja manufaktur nasional. "Meski menghadapi tekanan eksternal, industri TPT masih memiliki daya tahan dan potensi besar untuk terus tumbuh," ungkap Agus.
Dukungan Pemerintah untuk Transformasi Industri TPT
Agus memastikan bahwa Pemerintah akan terus memberikan dukungan agar industri ini dapat bertransformasi menjadi lebih efisien, modern, dan berdaya saing global. Kemenperin telah menyiapkan berbagai kebijakan dan program untuk memperkuat daya saing industri TPT.
Beberapa upaya yang dilakukan antara lain:
- Pemberian insentif fiskal dan non-fiskal
- Peningkatan keterampilan tenaga kerja melalui pendidikan vokasi dan program link and match
- Percepatan restrukturisasi mesin dan peralatan produksi
Selain itu, Kemenperin juga menegaskan komitmennya untuk mendukung ketersediaan bahan baku. "Berdasarkan undang-undang perindustrian, pemerintah diwajibkan untuk menyiapkan bahan baku yang dibutuhkan," tegas Agus.