Menteri PU Percaya Tol Serpong-Bogor Jadi Penarik Investasi Asing

admin.aiotrade 04 Okt 2025 2 menit 14x dilihat
Menteri PU Percaya Tol Serpong-Bogor Jadi Penarik Investasi Asing

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa pembangunan jalan tol Serpong-Bogor melalui Parung dapat menjadi penggerak utama arus masuk investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI). “Kehadiran FDI tidak hanya memberikan tambahan modal, tetapi juga membawa teknologi baru, sistem tata kelola yang modern, serta memperkuat kepercayaan dunia terhadap masa depan Indonesia,” ujar Dody dalam keterangan tertulis, Jumat, 3 Oktober 2025.

Jalan tol tersebut merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) III. Proyek ini akan terhubung dengan beberapa ruas strategis seperti Jalan Tol Serpong-Balaraja (Sebaraja), Bogor Outer Ring Road (BORR), Depok-Antasari (Desari), dan Sentul Selatan-Karawang Barat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dody menjelaskan bahwa seluruh pembiayaan pembangunan jalan tol saat ini tidak menguras APBN karena ditanggung oleh badan usaha jalan tol (BUJT). “Ini menunjukkan bahwa keyakinan investor terhadap arah kebijakan pemerintah semakin kuat,” katanya.

Menurut Dody, pembangunan jalan tol memiliki peran penting dalam menurunkan rasio incremental capital-output (ICOR). Semakin lancar distribusi barang dan jasa, maka efisiensi investasi akan meningkat. Dengan demikian, manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih besar oleh masyarakat.

Dody berharap kehadiran jalan tol ini bisa memperlancar mobilitas, mengurangi beban jalan arteri, dan memperpendek waktu tempuh. “Contohnya, jalan tol Bogor-Serpong via Parung akan mempercepat distribusi pangan, memudahkan akses air bersih, mendukung pasokan energi, menurunkan biaya logistik, hingga mempercepat arus barang antarkawasan,” ujarnya.

Jalan Tol Bogor-Serpong via Parung direncanakan membentang sepanjang 32,03 kilometer, terdiri atas 27,83 kilometer di wilayah Jawa Barat dan 4,2 kilometer di Banten. Proyek ini memiliki nilai investasi sebesar Rp12,351 triliun dengan masa konsesi selama 40 tahun.

Berdasarkan kajian Kementerian Pekerjaan Umum, tingkat pengembalian investasi atau financial internal rate of return (FIRR) diperkirakan mencapai 12,16 persen. Pemerintah meyakini angka tersebut mencerminkan daya tarik proyek sebagai instrumen investasi jangka panjang yang solid.

Pembangunan jalan tol dilaksanakan oleh PT Bogor Serpong Infra Selaras (BSIS) dengan komposisi kepemilikan saham sebagai berikut: * PT Persada Utama Infra sebesar 52 persen * PT Jasa Marga (Persero) Tbk 26 persen * PT Adhi Karya (Persero) Tbk 12 persen * PT Hutama Karya Infrastruktur 10 persen

Proyek ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian nasional, terutama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi. Dengan adanya jalan tol ini, diharapkan dapat menciptakan iklim investasi yang lebih baik dan memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi global.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan